Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Di Pasar Mijen, Harga Cabai Setan Masih Galak

Di Pasar Mijen, Harga Cabai Setan Masih Galak

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau harga cabai di Pasar Mijen, Selasa (24/1).

Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau harga cabai yang sekarang harganya sedang melambung di Pasar Mijen, Selasa (24/1). Di pasar ini harga jual cabai masih cukup tinggi mencapai Rp 110 ribu per kilogram.

Hendi-sapaan akrab wali kota, menanyakan harga cabai ke beberapa pedagang yang menjual cabai di pasar. Semua pedagang tersebut menyatakan harga cabai Rp 110 ribu per kilo untuk cabai rawit merah atau sering disebut cabai setan atau cabai galak.

”Untuk harga cabai rawit ijo lebih murah hanya Rp 70 ribu  dan cabai merah besar Rp 50 ribu per kilogram,” kata Mujiono, seorang pedagang cabai dan sayuran.

Harga cabai Rp 110 ribu tersebut dinilai sudah termasuk stabil. Karena sebelumnya lebih tinggi lagi Rp 130 ribu per kilogram. Harga tinggi ini karena dari grosirannya juga sudah tinggi.

Joko Sayur, pedagang lainnya yang berasal dari Bandungan, mengatakan, kulakan cabai rawit merah dari Bandungan, Kabupaten Semarang seharga Rp 90 ribu per kilogram. Di jual di Pasar Mijen Rp 110 ribu. Kemudian cabai merah besar kulakan Rp 42 ribu dijual rata-rata Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit ijo dijual Rp 65 ribu.

Sementara Dasih pedagang lainnya mengatakan meskipun harga mahal tapi tetap laris. Pembelinya tetap banyak meskipun dia mengaku tidak tahu kenapa.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemkot terus berupaya menstabilkan harga cabai. Masalah ini masih menjadi PR karena hampir semua warga kalau masak pasti pakai cabai. Dia berharap ibu-ibu tidak panik menghadapi harga cabai tinggi ini.

”Kalau harga cabai mahal ini karena semuanya nafsu ingin nyambel. Jadi coba sehari dua hari saja disepakati tidak nyambel, pasti akan kebingungan para penjualnya. Akhirnya harganya akan turun, menurut teori ekonomi begitu,” katanya.

Kerjasama PKK dan Pemkot dengan PT Petrokimia Gresik yang sudah dilakukan, kata Hendi-sapaan akrab wali kota, adalah salah satu upaya untuk menstabilkan harga cabai. Lewat kerjasama ini diharapkan ibu-ibu PKK bisa mendistribusikan bibit cabai ke masyarakat untuk ditanam di rumahnya masing-masing.

”Sehingga kalau harga mahal gak usah beli, karena punya persediaan di rumah. Dengan demikain jangan sampai suplai tidak mencukupi permintaan, karena warga sudah punya stok cabai,” katanya. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar