Dewan: Warna Gedung di Kota Lama Sudah Diatur Perda

Gedung eks Van Dorp di Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang yang kini menjadi museum 3D, Dream Museum Zone (DMZ) Semarang memiliki warna yang kontras dengan lingkungan sekitar menuai kontroversi. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
SEMARANG – Gedung eks Van Dorp di Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang yang kini menjadi museum 3D, Dream Museum Zone (DMZ) Semarang memiliki warna yang kontras dengan lingkungan sekitar kini menjadi sorotan berbagai pihak. Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menjelaskan, kawasan Kota Lama Semarang telah diatur secara rinci dalam Perda Kota Semarang, termasuk konsep warna cat bangunan di Kota Lama.
“Berdasarkan aturan Perda Nomor 8 Tahun 2003, warna asli yang digunakan pada bangunan kuno yang memiliki sejarah harus dipertahankan. Warna asli pada bangunan kuno yang tidak memiliki sejarah dapat disesuaikan dengan fungsi dan harus kontekstual,” katanya, Rabu (3/1).
Disebutkan, jenis pilihan warna yang digunakan adalah warna kuning atau ivory, putih, art deco atau pastel serta harus sesuai denga tipologi bangunan dan kontekstual. Penutup atap menggunakan material genteng tanah dengan warna terang.
Apabila melakukan pelanggaran, sanksi yang meliputi sanksi administrasi sebagaimana disebut dalam Perda Nomor 8 Tahun 2013 Pasal 60 dapat diterapkan, yaitu menghentikan atau menyegel penggunaan sebagian atau seluruh bangunan, instalasi, dan perlengkapan bangunan. Membongkar dan membangun kembali sesuai dengan ketentuan konservasi.
Selain sanksi administrasi, juga ada ketentuan Pidana sesuai Pasal 61 bahwa pelanggar Perda diancam kurungan selama-lamanya tiga bulan dan atau denda sebesar-besarnya Rp 5 juta rupiah. (ade)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.