Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Dewan Soroti Pembangunan Balai Diklat di Laweyan

Dewan Soroti Pembangunan Balai Diklat di Laweyan

image

SOLO-Rencana pembangunan Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemkot Solo di kawasan Kerten, Laweyan, disoroti dewan. Pemilihan lokasi tersebut dinilai tidak representatif untuk pembangunan balai Diklat.

Sekretaris Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (FDNR) Reny Widyawati mengatakan lokasi di Kerten yang berdekatan dengan mal itu tak kondusif untuk pelatihan. Katanya, Pemkot harus memikirkan ulang pemilihan lokasi tersebut.

“Lokasi Diklat itu idealnya jauh dari keramaian. Ini kok  malah dipilih yang dekat mal. Selain itu, lalu lintas di sana cukup ramai. Tentu tidak kondusif untuk pelatihan,” kata Reny kepada wartawan, Selasa (16/9).

Di lokasi tersebut, lanjut Reny, juga terdapat tempat ibadah yang cukup besar. Artinya aktivitas di sana cukup tinggi. Belum lagi ketersediaan tempat parkir juga harus dipikirkan.
Reny menyebut, Pemkot bisa memanfaatkan lokasi kompleks rumah dinas (Rumdin) untuk Sekretaris Daerah (Sekda) dan Pimpinan DPRD. Kompleks Rumdin itu terletak di Jalan Matoa Raya, Karangangasem, Laweyan.

“Saya kira tidak masalah untuk dipindahkan ke sana. Toh masih di Kecamatan Laweyan. Luasannya saya kira juga mencukupi,” kata dia.
Usulan itu bukan tanpa alasan, lanjutnya, selama ini Rumdin itu juga tak pernah dimanfaatkan. Padahal, setiap tahun Pemkot tetap harus menganggarkan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit. “Sepuluh tahun saya jadi dewan, tidak ada pimpinan dewan atau Sekda yang tinggal menetap di Rumdin. Realitasnya, pimpinan dewan tentu ingin dekat dengan konstituennya. Daripada tidak dimanfaatkan seperti sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkot sudah merencanakan pembuatan detail engineering design (DED) Balai Diklat. Lokasi yang dipilih di kawasan Kerten, Laweyan. Luas tanahnya mencapai 4000 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Pembangunan itu,  embuatan Balai Diklat tersebut salah satunya sebagai upaya untuk menghemat anggaran Diklat PNS. Setiap tahun APBD harus menganggarkan setidaknya Rp 3,3 miliar untuk membiayai kebutuhan tersebut. (sus)
 

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar