Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Dewan Desak Pemkot Segera Tindak Lanjuti Dugaan Pelecehan Siswa SD

Dewan Desak Pemkot Segera Tindak Lanjuti Dugaan Pelecehan Siswa SD

61
0
BERBAGI

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang harus cepat merespons terhadap kejadian dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum guru sekolah dasar kepada salah satu siswanya di Karangayu.

Ilustrasi. Dewan mendesak Pemkot Semarang segera merespons kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswa SD. Foto: dok

Oknum guru berinisial F (40) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswanya yang masih duduk di kelas 3 berinisial CJ yang baru berusia 8 tahun pada Kamis (8/3) lalu. Orang tua korban kemudian melaporkan F ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada Sabtu (10/3).

Hari ini, Senin (12/3), Unit PPA Polrestabes Semarang bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, juga telah mendatangi ke sekolah untuk melakukan klarifikasi. Namun dinas belum mau memberikan keterangan secara jelas karena alasan masih melakukan klarifikasi untuk mengumpulkan fakta.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak oleh gurunya sendiri ini membuat pihaknya prihatin. Pihaknya ingin ada respons yang cepat dari pemerintah dengan cara melakukan investigasi terhadap kasus itu, agar diketahui bagaimana kebenarannya.

‘’Kalaupun ada, memang terjadi pelecehan seksual, pasti harus ada tindakan yang tepat atau sanksi, yang dapat memberikan efek jera supaya kejadian serupa tidak terulang,’’ katanya, Senin (12/3).

Lebih dari itu, lanjut politisi PKS ini, Pemerintah Kota Semarang agar memberikan perhatian terhadap anak. Karena untuk sekolah di pendidikan dasar merupakan kewenangan dan tanggungjawab dari pemerintah kota.

Dia meminta agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat. Serta mengimplementasikan secara konsisten Revolusi Mental yang menjadi narasi besar bangsa ini di sekolah-sekolah. Khususnya di pendidikan dasar tempat tunas-tunas bangsa ini mengikuti dan memperoleh proses pendidikan.

‘’Kalau Revolusi Mental dimaknai dengan ahlak dan budi pekerti yang baik, maka itu harus dimulai dari pendidik atau guru. Hal-hal mendasar seperti sikap menghormati orang tua, menghormati orang lain itu juga harus menjadi materi pendidikan yang diajarkan,’’ tegasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menambahkan, dirinya berharap kasus dugaan pelecehan seksual ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi jika pelakunya tidak jera dan mengulangi perbuatannya maka harus diberikan sanksi yang tegas.

‘’Jika nanti pelakunya tidak jera baru diberikan sanksi, jika dia seorang PNS pindah saja atau diberikan sanksi lain yang memberatkan agar jera,’’ katanya.

Dia juga berharap agar kasus ini tidak dibesar-besarkan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mental korban. Karena itu kasus ini harus dibicarakan secara kekeluargaan, kecuali jika memang tidak bisa dapat diproses secara hukum. (duh)