Home HEADLINE Derita Arju, Alami Kelainan Hati Hingga Tak Kuat Berjalan

Derita Arju, Alami Kelainan Hati Hingga Tak Kuat Berjalan

3
0
SHARE

?

KENDAL – Seorang remaja warga Dukuh Sawah Jati Desa Krajan Kulon RT 3 RW 4 Kecamatan Kaliwungu Kendal hanya bisa tergolek di atas kasur. Remaja yang tidak lagi bersekolah ini di diagnosa mengalami kelaihan pada fungsi hati. Perutnya membesar dan susah untuk makan, keluarga hanya mampu rawat jalan karena keterbatasan biaya. Orangtuanya yang hanya tambal ban ini, tidak mampu untuk mengoperasi anaknya karena butuh pendonor hati dan biaya  yang besar.
Seperti inilah kondisi Muhamad Arju Dzilchag, remaja  14 tahun anak pertama pasangan Muhamad Fuadi (44) dan Musta’anah (42) setiap harinya hanya terbaring di kamarnya berukuran 3X3. Tubuhnya semakin kurus, sementara perutnya terus membesar.
Gelaja pembesaran perut ini mulai terlihat sejak enam bulan silam saat Muhamad Arju usai melaksanakan ujian tengah semester di SMP Negeri 1 Kaliwungu. Tubuhnya terasa lemas dan susah untuk makan hingga kemudian perutnya membesar.
Awalnya Arju masih bisa beraktivitas meski tubuhnya lemas, namun sebulan terakhir ini hanya bisa tergolek di kamar tidur tidak kuat untuk berdiri apalagi berjalan. Ayah Arju mengatakan diagnosa dokter anaknya terkena kelainan hati.
“Di diagnose dokter terkena hepatoblastoma atau bahasa lainnya kelainan pada fungsi hati. Kata dokter memang sulit untuk operasi karena biayanya besar,” katanya saat ditemui di kediamanya Selasa (25/07) siang.
Lebih lanjut Fuadi mengatakan, dokter tidak bisa melakukan tindakan operasi karena harus membutuhkan pendonor hati dan biaya yang sangat besar. Padahal Muhamad Fuadi sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang tambal ban yang penghasilannya pas-pasan.
Sementara ibu Arju, Musta’anah berharap anaknya bisa sembuh seperti semula dan kembali bersekolah. “Keluarga sudah berupaya mengobati Arju, namun pasrah karena keterbatasan biaya. Semoga saja ada keajaiban dari Allah dan anak saya sembuh,” pintanya sambil menangis.
Muhamad Arju seharusnya sudah duduk di kelas tiga sekolah menengah pertama, namun karena penyakit yang dideritanya anak yang selalu mendapat rangking disekolah tidak lagi bisa sekolah. (MJ-01)