Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Demam Berdarah Kembali Mewabah di Boyolali

Demam Berdarah Kembali Mewabah di Boyolali

Waspada Demam Berdarah
Waspada Demam Berdarah

BOYOLALI – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue kembali mewabah di Boyolali. Kasus DBD terutama di sejumlah wilayah endemi kini mulai muncul dan menunjukkan tren peningkatan. Di Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, ada tujuh warga yang terjangkit penyakit itu.

Tokoh masyarakat Desa Glonggong, Tiyono, mengungkapkan ada tujuh warganya di dua dukuh yang terkena penyakit DBD. “Sekarang dirawat di rumah sakit. Ada yang di RSUD Simo, ada yang di RS Yarsis Solo,” kata Tiyono Senin (8/12).
Pihaknya meminta Dinkes segera bertindak melakukan penanganan. “Penanganan harus komprehensif, tak hanya fogging saja,” pintanya.

Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Boyolali, Sri Suparti, menyatakan telah menerima laporan kasus DBD di Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari. Dia menyatakan, Desa Glonggong memang termasuk daerah endemis Demam Berdarah. Menurut dia, dari laporan melalui pesan singkat di ponselnya, disebutkan ada tujuh warga yang terkena DBD. Yaitu di Dukuh Rejosari dan Dukuh Jangkungan, Desa Glonggong. “Kami sudah koordinasi dengan Puskesmas setempat untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan epidemologi (PE). Desa Glonggong memang termasuk termasuk daerah endemis DBD,” kata Sri di ruang kerjanya.

Di wilayah tersebut, kata Sri, selalu ditemui kasus DB setiap tahunnya. Soal penanganan penyakit DB di wilayah endemi, Dinkes sudah melakukan beberapa upaya. Seperti program pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penyuluhan, abatisasi dan pemeriksaan jentik berkala juga sudah dilakukan.

Data di Dinkes Boyolali, kasus DB pada November tahun ini menunjukkan tren peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Per November tahun ini terdapat 41 kasus DBD. Angka ini meningkat tajam dibanding pada November tahun lalu yang hanya 26 kasus.

Kenaikan kasus DBD di tahun 2014 ini mulai terjadi sejak Oktober sebanyak 40 kasus. Sepanjang tahun ini terdapat 11 pasien DBD yang meninggal dunia. Kasus DBD tertinggi terjadi di bulan Januari, terdapat 53 kasus dan tiga penderita meninggal dunia. “Di Boyolali terdapat tujuh kecamatan yang endemis DBD,” jelasnya. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar