Dapat Santunan dari Wartawan, Dimas Saputra Bisa Beli Sepatu Bola

50 anak yatim piatu di eks kawedanan Selokaton menerima santunan dalam rangkaian Hari Pers Nasional yang digelar PWI Kabupaten Kendal Rabu (7/2) . (foto: metrojateng.com/edi prayitno)

KENDAL – Raut wajah 50 anak yatim piatu dari eks kawedanan Selokaton tampak sumringah. Mereka mendapat santunan dari wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kendal. Meski jumlahnya sedikit, namun santunan ini setidaknya bisa mewujudkan impian anak-anak ini untuk menggapai cita-citanya.

Muhamad Dimas Saputra misalnya. Kesukaanya bermain sepak bola terbentur ketidakmampuannya membeli sepatu bola. “Alhamdulillah senang dapat santunan. Bisa buat beli sepatu bola,” katanya bangga.

Santunan kepada anak yatim piatu digelar PWI Kabupaten Kendal dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN). Kegiatan santunan dan donor darah ini memilih tempat di Kampung Literasi Desa Pagersari Kecamatan Patean Kendal. Acara dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muryono, Ali Casman dari Baznas Kendal, dan Forkompincam.

“Bakti sosial santunan anak yatim dan donor darah ini dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional ke-72  tahun 2018. Pada HPN tahun ini PWI Kendal melakukan dua acara sekaligus. Selain santunan anak yatim ada donor darah di wilayah atas,” kata Ketua Panitia Adye Viant.

Pihaknya menggandeng PMI Cabang Kendal untuk donor darah. Pesertanya adalah masyarakat, TNI, polisi dan PNS se-eks Kawedanan Selokaton, Sukorejo, Patean, Pageruyung dan Plantungan. “Kami didukung Basnaz Kendal, PMI Kendal, dan Gerakan Peduli Kendal (GPK).  PWI dibantu oleh pengelola Kampung Literasi dan KSR Patean,” kata dia.

Ketua PWI Kendal Agus Umar mengatakan, kegiatan yang akan berlangsung kemudian adalah malam penganugerahan PWI Kendal dan mengenang Yon Koeswoyo. Bedah rumah, futsal bersama Forkompinda, tambal jalan berlubang dan puncaknya sarasehan tasyakuran potong tumpeng.

“Bedah rumah dengan PT APF. Tambal jalan berlubang bekerja sama dengan Polres Kendal. Adapun santunan ke anak yatim dananya berasal dari kas PWI dan pribadi insan pers, Baznas Kendal serta donatur lainya yang tidak mengikat,” kata dia.

Kepala Diskominfo, Muryono mengapresiasi program PWI Kendal, dengan bhakti sosial menyantuni anak yatim sama dengan memberikan harapan pada calon generasi muda. “Semoga program PWI bisa diagendakan tiap tahun. Dengan program ini akan membantu kemaslahatan umat,” kata dia.

Ali Casman dari Baznas Kendal mengatakan, tidak boleh ada eksploitasi dan penelantaran anak. Pihaknya mengapresiasi berbagai kegiatan yang diadakan wartawan. Tak hanya berupa santunan, Baznas juga akan jalin kerjasama dalam kegiatan lainya dengan wartawan. “Karena apa yang dilakukan wartawan dengan berbagai kegiatannya di tengah-tengah kesibukannya menjalankan tugas, mempunyai nilai yang positif dan bersifat sosial kemasyarakatannya tinggi,” kata dia. (MJ-01)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

63 − = 60

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.