Curhatan Warga Soal Uji Coba Pengalihan Arus untuk Jalan Layang Manahan

 

kemacetan akibat pembangunan jalan layang solo
Kemacetan di wilayah Pasar Nongko, Solo salah satu jalur alternatif pengalihan arus pembangunan fly over, Manahan, Solo. (foto: metrojateng.com/MJ-25)

 

SOLO – Dimulainya uji coba pengalihan aris lalu lintas pembangunan jalan layang (fly over) Manahan, Solo, Senin (12/3) mendapat banyak keluahan dari masyarakat.  Banyak masyakat yang kebingungan bahkan terlambat masuk sekolah dan kerja akibat macet di beebrapa ruas jalan di Kota Solo.

Uji coba pengalihan arus lalu lintas sendiri dimulai tanggal Senin, 12 Maret hingga selesai pembangunan fly over. Salah seorang warga asal Laweyan, Solo mengaku harus memutar arah yang cukup jauh saat hendak mengantarkan anaknya di wilayah Manahan, Solo.

“ Macetnya parah banget, tadi harus muter-muter sampai lewat ke Gilingan cari jalan yang agak sepi dan gak macet,” ujar Yuyun (37).

Hal senada juga diungkapkan oleh warga asal Boyolali, Yolanda (21), mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini terlambat masuk kuliah karena harus mencari jalan lain. Ia berharap petugas memberikan sosialisasi kepada masyarakt  khususnya warga luar kota Solo yang setiap harinya datang ke Solo.

“Karena jam sibuk ya orang-orang berangkat kuliah, sekolah dan kerja. Akhirnya waktunya terhambat, sebelumnya gak tau kalau sekitar manahan ada pengalihan arus kayak gini,”ungakapnya.

“Adanya pemberitahuan tambahan ya, besok lagi ya saya berangkat lebih awal ke kampus,” imbuhnya.

Pembangunan fly over Manahan dimulai tanggal 19 Maret 2018, sebagai upaya untuk mengurai kemacetan mengingat kawasan Manahan, Solo merupakan kawasan sekolah dan perkantoran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta memberlakukan uji coba pengalihan arus mulai 12 Maret hingga selesai. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

53 + = 63

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.