Beranda JATENG RAYA Cobek Raksasa Peninggalan Nenek Moyang Ditemukan di Lereng Merapi

Cobek Raksasa Peninggalan Nenek Moyang Ditemukan di Lereng Merapi

35
0
BERBAGI
image
Cobek ukuran raksasayang diduga merupakan peninggalan nenek moyang di temukan di lereng gunung Merapi dusun Trasan, desa Beringin kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Kamis (28/7). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Benda kuno yang diduga sebuah cobek (layah) berukuran raksasa, di temukan di lereng gunung Merapi, dusun Trasan, desa Beringin kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Kamis (28/7) lalu. Benda itu ditemukan penduduk saat sedang menggali tanah untuk membuat septic tank.
    Keterangan yang dihimpun menyebutkan, cobek berdiameter 115 cm, tebal bibir 8 cm, diameter dalam 98 cm, tinggi 50 cm dan kedalaman lubang 10 cm. 
    Benda itu ditemukan dirumah milik Rohmadi (25) yang masih dalam proses pembangunan. Rumah dibangun sejak sebelum puasa lalu. Saat Puasa sempat dihentikan dan baru dilanjutkan setelah lebaran.
    Menurut Maryono (55), pekerja bangunan, saat ia dan teman-temannya sedang menggali tanah sekitar 2 meter dalamnya, tiba-tiba cangkul terantuk benda keras seperti batu. “Kami pun lantas menggali lagi, ternyata ditemukan cobek berukuran sangat besar,” kata Maryono, yang pertama kali menemukan cobek tersebut.
    Pekerja pun merasa kesulitan untuk mengangkat cobek tersebut, karena ukurannya sangat besar. Butuh 8 orang untuk mengangkat benda peninggalan nenek moyang tersebut. “Kami sampai pinjam crane kecil dari bengkel untuk mengangkat cobek itu,”kata Maryono.
    Menurut Maryono, di dekat cobek juga ditemukan balok dengan ukuran panjang 26 cm, lebar 10 cm dan tebal 11 cm.
    Setelah cobek itu berhasil diangkat, pekerja kembali melanjutkan pekerjaan menggali untuk membuat septictank.
    Pemilik rumah, Rohmadi, mengatakan, cobek yang ditemukan di lokasi rumahnya itu akan dijadikan hiasan rumahnya sekaligus untuk kenang-kenangan.”Nanti akan kita cuci dulu untuk menghilangkan tanah yang melekat,” katanya.
    Namun apabila pemerintah akan mengambil barang ini, tetap diperbolehkan asal ada ganti ruginya. “Ya tidak apa-apa diambil, namun harus ada ganti ruginya,” kata Rohmadi.
    Ia mengemukakan, sebelum dibangun rumah, lahan tersebut dulunya merupakan kebun atau ladang. Posisinya berada di tataran tinggi, kemudian diratakan.
    Disebutkan pula, di sekitar cobek tidak ditemukan prasasti apapun. Awalnya, dirinya berencana membuat septictank di samping rumah, namun karena beberapa pertimbangan, kemudian di pindah persis di depan rumah.
    Kabar penemuan benda bersejarah ini langsung tersebar di seluruh desa. Masyarakat pun berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat dari dekat.
    Namun demikian, atas penemuan itu, pihak yang berwenang belum datang. Hanya petugas dari Polsek Srumbung yang datang ke lokasi untuk mengecek penemuan tersebut. (MJ-24)