Cerita Nazar Bocah SD di Balik Kemenangan Bupati Petahana Magelang

MAGELANG – Bupati petahana Zaenal Arifin dipastikan akan memimpin lagi Kabupaten Magelang selama 5 tahun kedepan, setelah dalam hitungan real count, perolehan suara yang ia peroleh mengungguli pasangan Zainal Arifin-Rohadi (Zaroh). Ternyata ada peran seorang bocah SD di balik kemenangan politisi PDI Perjuangan tersebut.

Zaenal Arifin bersama Fabim, bocah kelas 2 SD yang bernazar ingin bertemu bupati. Foto: ch kurniawati

Ribuan tamu silih berganti datang ke rumahnya di Daleman, Bawang, Pakis Kabupaten Magelang, untuk mengucapkan selamat kepada sang bupati. Dengan ramah, Zaenal yang selalu mengenakan sarung gloyor dipadu hem batik menyambut para tamunya.

Ia tidak mempedulikan rasa lelah yang terus mendera lantaran sibuk mempersiapkan perhelatan pesta demokrasi pada 27 Juni lalu. “Selalu larut malam baru bisa istirahat. Saya harus menyambut para tamu yang datang ke rumah,” katanya, Jumat (29/6).

Ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada warga Kabupaten Magelang yang kembali memberi kepercayaan kepada dirinya. “Tentu saya bersyukur karena masyarakat Magelang kembali memberikan amanah kepada saya. Mudah-mudahan saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ucapnya.

Zaenal yang berpasangan dengan Edi Cahyana berjanji akan merangkul semua warga untuk bersama-sama membangun Kabupaten Magelang menjadi lebih maju. Apalagi wilayah ini terkenal dengan pertanian dan belakangan geliat pariwisata semakin menggairahkan.

Di sisi lain, Zaenal menceritakan sebuah kenangan yang tidak akan dilupakan menjelang pilbup lalu. Di antara banyak tamu yang datang untuk memberikan dukungan dan doa, ada seorang anak kecil masih duduk di bangku kelas 2 SD . Anak bernama Fabim ini diantar ayahnya Martiono ingin sekali bertemu dengan calon bupati.

Fabim yang berasal dari Dusun Karangduren, Sidorejo Kecamatan Tegalrejo, secara khusus minta untuk berfoto bersama. “Tentu saya kabulkan permintaan anak kecil ini. Dalam, hati saya juga bingung, kenapa anak sekecil ini dan masih polos ingin sekali berfoto dengan saya,” kata Zaenal.

Zaenal baru memahami permintaan dari Fabim setelah mendapat penjelasan dari ayah si bocah bahwa anaknya bernazar ingin bertemu bupati setelah menuntaskan Puasa Ramadan. “Ternyata anak ini punya nazar. Saya terharu dan langsung saya peluk anak tersebut. Terlebih itu adalah nazar yang sangat mulia,” ujar Zaenal sambil mengingatnya.

Zaenal mengatakan, dirinya langsung meminta istrinya, Christanti Handayani, untuk mengabadikan momen kebersamaannya. Yang membuat dirinya trenyuh, tamu spesial tersebut tidak memiliki kamera atau handphone yang baik untuk mengabadikan momen ini.

“Oleh karenanya, saya menjanjikan hasil foto bersama akan saya cetak dan dipigura sebagai kenang-kenangan,” ceritanya.

“Baru setelah lebaran, foto saya cetak dan pigura dengan ukuran 20 R. Sayapun suruhan famili untuk mengantarkan ke rumah Fabim,” kata Zaenal.

Pertemuannya dengan Fabim selalu terngiang-ngiang dalam benak Zaenal. “Bahkan ayahnya bercerita, kalau Fabim merasa yakin saya akan terpilih kembali menjadi bupati. Fabim bahkan berdoa khusus untuk saya dan menganjurkan pada sang ayah memilih saya,” ungkap Zaenal.

Zaenal menganggap, kisahnya bersama anak kecil ini sebagai tanda alam akan kemenangannya. Sebab tidak mungkin anak sekecil Fabim yang masih polos memahami dunia politik.

Ia pun mengaku senang dan lega saat foto diterima dengan sukacita oleh Fabim. “Saat menerima foto itu, Fabim bilang pada ayahnya kalau ternyata Pak Bupati tidak ngapusi,” tukas Zaenal. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 31 = 37

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.