Cegah Wabah Difteri, Puluhan Anak Genuksari Jalani Imunisasi Serentak

SEMARANG – Untuk mencegah merebaknya wabah difteri, puluhan anak yang tinggal di Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk Semarang menjalani imunisasi secara serentak di setiap balai RW setempat.

Balita di Genuksari Semarang diberi imunisasi untuk mencegah wabah difteri. Foto: fariz fardianto

Di RT 03/RW III Kampung Dong Biru, Genuksari misalnya, semua anak-anak berusia antara 1 sampai 12 tahun menjalani vaksinasi difteri di Gedung Balai RW III.

“Informasi dari pihak kelurahan katanya ada yang meninggal kena difteri. Maka ketimbang takut ketularan, dua anak saya bawa kemari biar diberi vaksin difteri sekalian,” kata Nanik Maryani, seorang warga RT 03/RW III Dong Biru, Jumat (20/7).

Pagi itu Nanik membawa serta dua buah hatinya. Anak sulungnya yang bernama Putri dan Gibran si bayi mungilnya diajak menjalani imunisasi difteri di Balai RW III.

Menurutnya Gibran sebenarnya sudah menjalani imunisasi belum lama ini. Namun, ketika ditemukan wabah difteri di kampungnya, ia kemudian bergegas mengimunisasi bayinya lagi untuk kedua kalinya.

“Kirain adiknya enggak ikut disuntik. Tapi ternyata dua-duanya ikut disuntik. Semoga saja dengan imunisasi massal seperti ini bisa mengatasi virus difteri,” akunya.

Sedangkan, Lurah Genuksari, Sutrisno menyatakan terdapat 11 RW ditambah 78 RT di wilayahnya yang saat ini melaksanakan vaksinasi difteri di masing-masing balai RW.

Pihaknya telah memantau langsung setiap proses vaksinasi dan hingga saat ini sudah mengover kebutuhan kesehatan puluhan balita yang ada di semua wilayahnya.

Di RW III ada sebanyak 426 anak yang ikut vaksinasi difteri. Kemudian RW IV ada sebanyak lebih dari 400 anak, RW V ada 300 anak, RW X dan XI ada sekitar 200 anak.

“Semalam kita sudah mengumpulan pengurus Posyandu dan RT-RT untuk memutus rantai virus difteri. Sebab, di sini kan baru saja ditemukan lima anak yang terjangkit difteri,” terangnya.

Kelima anak yang terpapar virus difteri yaitu, MH berusia 17 tahun, YS berusia 13 tahun, BN berusia 12 tahun, S berusia 11 tahun dan Z berusia 7 tahun.

“Satu anak bernama BN dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi,” tuturnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 51 = 57

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.