Beranda GUBERNURAN

Cegah Spekulan, Harga Eceran Elpiji Harus Ditetapkan 

0
0
image
Foto ilustrasi elpiji 3 kilogram. (Metro Jateng/Rhobi Cyantaka)

SEMARANG – Bupati/wali kota harus segera menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah menyatakan, penetapan HET penting untuk mencegah spekulan mempermainkan harga di pasaran.

Kepala Dinas ESDM Teguh Dwi Paryono mengatakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menetapkan HET elpiji 3 kg di tingkat pangkalan sebesar Rp15.500. Hal ini arus ditindaklanjuti bupati/wali kota dengan menetapkan HET di tingkat pengecer.

Menurut Teguh, ada sebagian daerah yang belum menetapkan HET pengecer tersebut. “Saya tidak hafal mana saja, misalnya yang belum. Dampaknya pengecer dapat mempermainkan harga semaunya sehingga memberatkan masyarakat,” katanya, Rabu (8/4).

Terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah daerah di Jateng, lanjutnya, disebabkan penimbunan oleh spekulan dan adanya migrasi pengguna elpiji 12 kg ke 3 kg.

Di sisi lain, kalangan DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah mengevaluasi rencana kenaikan harga elpiji 3 kg, Anggota Komisi B DPRD Jateng Helmy Turmudhi berpendapat jika subsidi dicabut maka harga elpiji 3 kg bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.

“Kebijakan menaikkan harga elpiji 3 kg tidak tepat karena beban ekonomi masyarakat saat ini sudah sangat berat,” ujarnya.

ia juga menyoroti rencana pemerintah mencabut subsidi elpiji 3 kg dan mengganti dengan bantuan tunai kepada keluarga miskin yang diwujudkan dalam bentuk kartu tunai yang berisi saldo sebesar Rp42 ribu-Rp45 ribu sehingga bisa digunakan membeli elpiji “melon” itu. Menurutnya kebijakan itu justru akan menimbulkan permasalahan baru.

Sebab data yang digunakan untuk sasaran keluarga miskin belum tentu valid. “Banyak kasus pendataan keluarga miskin tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” kata politikus Partai Demokrat itu.
     
Helmy lebih setuju jika pemerintah memperbaiki sistem distribusi dan meningkatkan pengawasannya agar elpiji 3 kg tidak dibeli oleh masyarakat menengah ke atas. (byo)