Home > JATENG RAYA > Cegah Korupsi Sektor Swasta, Pemkot Semarang Gandeng KPK

Cegah Korupsi Sektor Swasta, Pemkot Semarang Gandeng KPK

SEMARANG – Upaya memperkuat pencegahan korupsi di sektor swasta dilakukan Pemerintah Kota Semarang dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus korupsi yang dilakukan KPK, selain  melibatkan pejabat publik pelakunya mayoritas pihak swasta.

Pilihan menggandeng KPK karena komisi anti rasuah sudah mengimplementasikan Peraturan MA nomor 13 tahun 2016 tentang tata cara
penanganan perkara tindak pidana korporasi. Yaitu dalam penanganan kasus korupsi pembangunan rumah sakit di Universitas Udayana.

‘’Dalam upaya pencegahan korupsi Pemkot Semarang bekerjasama dengan seluruh stakeholder di Kota Semarang termasuk di dalamnya pihak swasta,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkot Semarang, Achyani, Minggu (20/8).

Dalam komitmen Pemkot Semarang dan Pattiro Semarang di Sistem Integritas Lokal (SIL), katanya, terdapat 4 dari 7 aksi yang
melibatkan swasta dalam pecegahan korupsi. Yaitu Semarang pro investasi, transparansi perijinan melalui Sistem Perijinan Terpadu
Satu Pintu (PTSP), penguatan pengawasan masyarakat melalui Lapor Hendi, dan akuntabilitas publik dalam sektor pengadaan barang dan
jasa.

Menurut Achyani, bentuk implementasi aksi tersebut Pemkot Semarang bekerjasama dengan Pattiro, Kadin Kota Semarang, Pusat Studi Anti Korupsi (Pusaka) UNDIP, dan TI Indonesia akan mengadakan Workshop Bisnis Berintegritas ‘Peran Pemerintah kota Semarang dan swasta dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi’.

‘’Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 22 Agustus 2017 di Balaikota Semarang dengan pembicara Hendrar Prihadi (Wali Kota
Semarang), Alexander Marwata (Wakil Ketua KPK), Dadang Trisasongko (Sekjen TI Indonesia), Umi  Rozah (Akademisi FH UNDIP), dan Widyanto EN (Direktorat Gratifikasi KPK) dengan mmoderator Ketua KADIN Kota Semarang Arnaz A,’’ terangnya.

Diharapkan, dengan kegiatan ini pihak swasta dapat memahami terkait bisnis bersih dan berintegritas untuk mengendalikan korupsi. Dengan swasta memahami informasi ini mereka bisa menyiapkan sistem pengendalian internal untuk pencegahan korupsi. (duh)

Ini Menarik!

1 Sura, Ribuan Warga Kendal Rebutan Nasi Bungkus

KENDAL – Ribuan warga dari sejumlah daerah saling berdesakan dan berebut nasi sura dalam peringatan Haul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *