Catut Nama Bupati, Oknum LSM Peras Calon Perangkat Desa

Penangkapan terduga pelaku penipuan pelantikan perangkat desa di Kendal. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

 

KENDAL – Penundaan pelantikan perangkat desa di Kendal dimanfaatkan oknum yang mengaku sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kendal untuk melakukan pemerasan kepada calon perangkat. Dua yang tengah memeras calon perangkat desa, ditangkap tangan oleh Tim Buser Polres Kendal, Selasa (2/1) malam, di sebuah warung makan.

Mereka adalah Mugi Widodo warga Kelurahan Kebondalem RT 22 RW 6 Kecamatan Kota Kendal  dan Muhammad Sumartono alias Doni warga Kelurahan Langenharjo RT 05 RW 05 kecamatan Kota Kendal. Keduanya mengaku sebagai orang suruhan Bupati Kendal dan meminta kepada korban untuk menyerahkan uang agar bisa dilantik perangkat desa.

Polisi mengamankan uang tunai Rp 26 juta dari keduanya. Uang tersebut didapat dari hasil memeras para korban. Dalam meminta uang tersebut dari calon perangkat, Mugi dan Doni menjanjikan akan mengajukan nama calon perangkat kepada Bupati, untuk segera dilantik.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya mengatakan penangkapan pelaku pemerasan ini dilakukan setelah ada laporan adanya orang yang mengatasnamakan Bupati Kendal, akan membantu memberikan rekomendasi untuk dilantik. Korban yang merupakan calon perangkat yang mendapat peringkat pertama dalam tes seleksi. Ia ditakut-takuti tidak bisa dilantik jika tidak memberikan uang.

Kepada korbanya, Mugi dan Doni meminta Rp 40 juta. Namun hasil kesepakatan korban diminta membayar Rp 35 juta,” jelasnya Rabu (3/1) siang. Orangtua korban yang curiga kemudian melaporkan kepada kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kendal.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengapresiasi langkah kepolisian menangkap pelaku pemerasan dengan dalih seleksi perangkat desa. Bupati mengaku geram karena pelaku mencatut namanya untuk memeras dan melakukan penipuan. Bupati sendiri sudah memastikan sejak awal bahwa seleksi perangkat desa tidak ada permainan.

“Ini langkah bagus. Karena sejak awal sudah saya tegaskan dalam penerimaan apapun apalagi perangkat desa tidak ada permainan,” tegas Mirna Annisa.

Mudi dan Doni masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus pemerasan dengan dalih seleksi perangkat desa. Bupati Kendal sendiri akan melaporkan kedua oknum tersebut karena sudah mencemarkan nama baiknya untuk melakukan pemerasan. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

19 + = 23

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.