Home > JATENG RAYA > “Calon Sekda” Kendal Minta Pulsa ke Kades

“Calon Sekda” Kendal Minta Pulsa ke Kades

Ilustrasi

 

KENDAL – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Kendal mengaku mendapat telefon dari seseorang yang mengaku Kepala Baperlitbang Winarno. Orang tersebut meminta sejumlah uang dan juga pulsa telepon dari para kepala desa (Kades).

Kepada Kades Sendangdawuhan, Rowosari, Bambang Utoro, seorang yang mengaku sebagai Winarno itu semua mengirimkan pesan pendek padanya. Bambang lantas menghubungi nomor telefon yang pengirim pesan singkat tersebut.

“Saya diminta datang ke kantor. Katanya ada proyek. Tak lama setelah menutup telefon, dia menghubungi lagi. Katanya minta pulsa telefon 100 ribu untuk menelefon ke Jakarta. Saat itu saya bilang sedang menuju kantornya. Tapi dia malah marah-marah,” kata Bambang.

Ia curiga jika orang yang menelefonnya bukan Winarno. Sebab, ia kenal logat bicara Winarno yang berbeda dengan orang yang mengaku Winarno itu. “Saya curiga penipuan,” jelas Bambang yang juga Ketua Paguyuban Kades Bahurekso ini.

Kades Bulak, Kecamatan Rowosari, Zaenal Alimin, juga mengaku dirinya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Winarno. Zaenal pun merasa curiga lantaran nomor yang digunakan bukan nomor ponsel yang biasa digunakan oleh Winarno.

Ia bertambah curiga lantaran lewat sambungan telefon itu, orang yang mengaku Winarno menyebut dirinya kepala Bappeda. “Padahal setahu saya nama intansinya sudah menjadi Baperlitbang. Orang itu tidak meminta sejumlah uang. Namun meminta saya untuk datang ke kantor,” kata Zaenal.

Karena ragu, ia lantas menelefon nomor yang biasa dipakai Winarno menghubunginya. “Ternyata yang bersangkutan tidak menghubungi saya,’’ kata dia. Menurutnya, sejumlah Kades lain juga mendapat telefon yang sama.

Saat ini Winarno juga dikenal sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.  Ia mengatakan dirinya sudah mengetahui adanya persoalan tersebut, lantaran sejumlah kades menghubunginya untuk memastikan kebenaran.

“Saya tegaskan kepada mereka, saya tidak menghubungi mereka dan meminta imbalan apa pun,” tegasnya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Pailit, Nyonya Meneer Nunggak Upak Buruh Rp 98 Miliar

Share this on WhatsAppSEMARANG – Setelah diputus pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, ratusan pegawai …

Silakan Berkomentar