Home > JATENG RAYA > Calon Praja Putri IPDN Tewas Usai Latihan Fisik di Akpol

Calon Praja Putri IPDN Tewas Usai Latihan Fisik di Akpol

GUbernur Akpol bersama Direktur IPDN. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Program pembekalan yang dilakukan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), kembali memakan korban jiwa. Adalah seorang calon praja putri IPDN bernama Dhea Rahma Amanda, ditemukan meregang nyawa tatkala tengah mengikuti rangkaian latihan dasar (laksar) di Lapangan Resimen, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Dhea meninggal dunia hari ini, Minggu (1/10) pukul 08.15 WIB pagi tadi. Dhea Rahma merupakan calon praja asal kontingen Lampung. Dia calon praja kelahiran 9 Oktober 1999 silam.

Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Gubernur Akpol, mengatakan kondisi Dhea semula masih sehat saat mengikuti latihan dasar di Lapangan Resimen. Awalnya, Dhea bersama rekan-rekannya bangun pagi pukul 04.00 WIB untuk mengikuti salat berjamaah dan pengajian.

“Kemudian masih ikut makan bersama lalu dilanjutkan apel pagi pukul 07.45 WIB. Setelah itu, almarhumah mengambil kegiatan fisik dengan lari satu putaran,” kata Rycko saat meninjau jenazah calon praja itu di RS Bhayangkara Majapahit Semarang.

Tetapi, katamya saat diminta berbaris untuk merapat ke setiap kelas, Dhea tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Tubuh Dhea lalu dibawa ke RS Bhayangkara agar mendapatkan pertolongan pertama selama 30 menit. “Jarak yang dekat membuat kami memutuskan membawa almarhumah ke Bhayangkara,” jelasnya.

Namun sayangnya, nyawa Dhea tak tertolong setibanya di RS Bhayangkara.  Mendapati kabar mengejutkan itu, pihaknya langsung mengontak Gubernur IPDN.

Ia mengaku turut berdukacita atas meninggalnya Dhea. Padahal, rangkaian laksar di Akpol sejal 9 September, rencannya berakhir pada 6 Oktober nanti. Sejauh ini, tim medis RS Bhayangkara masih mengautopsi jenazah almarhumah. Data sementara tidak ditemukan adanya riwayat sakit dan berobat ke rumah sakit. “Sebelumnya sehat-sehat saja dia,” sergahnya.

Hanya saja, sebelum laksar, Dhea sempat mengeluh sakit asma. Keluhan itu disampaikannya saat menjalani seleksi di Lampung. “Makanya kita ingin tahu jejak rekam medisnya di IPDN. Yang jelas tidak ditemukan kekerasan fisik karena laksar praja putri dipisah dengan putra,” ujar Rycko. (far)

Ini Menarik!

Gerindra Bakal Umumkan Cagub Jateng Pekan Depan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Nama calon gubernur (cagub) yang akan diusung Partai Gerakan …

Silakan Berkomentar