Beranda HEADLINE Buruh Angkut Jati Curian Diamankan, Blandongnya Masih Berkeliaran

Buruh Angkut Jati Curian Diamankan, Blandongnya Masih Berkeliaran

0
0
BERBAGI

 

Dua tersangka pencuri kayu jati diamankan di Mapolres Kendal. Foto Metrojateng
Dua tersangka pencuri kayu jati diamankan di Mapolres Kendal. Foto Metrojateng

KENDAL – Tertangkap basah sedang mengangkut empat batang kayu jati berukuran besar, dua warga Kendal   diamankan polisi, Kamis (4/12) pagi. Keduanya berperan membawa kayu jati yang sudah ditebang untuk dinaikkan ke atas truk. Polisi masih memburu empat blandong (pencuri kayu) yang menebang pohon di hutan di kawasan hutan Sumberrejo Kaliwungu Kendal.

Dua pencuri kayu yang berhasil diamankan yakni Sutarman warga Desa Kertosari Kecamatan Singorojo dan Wibowo Eko Prasetyo warga Dukuh Tegalsari Desa Wonosari Kecamatan Pegandon . Mereka hanya berperan mengangkut kayu-kayu illegal tersebut ke atas truk.

Kayu jati berukuran besar ini ditebang dari petak G BKPH Mangkang di Desa Sumberrejo Kecamatan Kaliwungu . Kedua tersangka ini mengaku diminta untuk mengangkut kayu curian ke sebuah tempat untuk dijual. Tersangka Sutarman merupakan sopir truk bernomor polisi AD 1872 CG, sedangkan Wibowo bertugas membawa kayu dengan gerobak dari dalam hutan ke pinggir jalan.

“Saya  tidak mengetahui kalau kayu jati berukuran besar ini adalah hasil curian. Saya  hanya diminta membawa dan mengangkut kayu tersebut dengan imbalan uang jika selesai mengantarkan ke tujuannya,” kata  Wibowo.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Adriansyah mengatakan, polisi mencurigai truk yang sedang mengangkut kayu di pinggir hutan kawasan Sumberejo Kaliwungu. ”Dari informasi petugas Perhutani inilah polisi kemudian menangkap keduanya sedang mengangkut kayu curian. Sementara empat pelaku yang menebang pohon melarikan diri mengetahui polisi datang menyergapnya,” jelas kasat.

Dari hasil kejahatan pelaku polisi mengamankan satu unit truk yang digunakan untuk mengangkut kayu curian beserta  empat batang kayu jati berukuran besar serta kapak yang digunakan untuk menebang pohon.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 82 dan pasal 83,  Undang-undang Republik Indonesia tahun nomor 18 tahun 2013 tentang kehutanan ancamannya minimal 1 tahun penjara. Kedua tersangka dan hasil curian masih diamankan di Maporles Kendal. (MJ-01)