Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Buron 3 Tahun, Abdul Rochim Diciduk Kejari Boyolali

Buron 3 Tahun, Abdul Rochim Diciduk Kejari Boyolali

BOYOLALI – Buronan kasus penyelewengan dana simpan pinjam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Banyudono tahun 2010, Abdul Rochim (52), ditangkap Kejaksaan Negeri Boyolali. Terpidana dua tahun penjara itu, sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2012 lalu.

Kajari Boyolali, Andi Murji Machfud, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Agus Robani mengatakan, Abdul Rochim ditangkap di kawasan Pengging, Banyudono, Sabtu (4/4) sekitar pukul 19.00. Tim Kejari sudah mengendus keberadaan terpidana sejak sepekan lalu. Dia juga sering melakukan mobilisasi Boyolali-Sragen.

“Kami sudah memonitor keberadaan yang bersangkutan (Abdul Rochim) di wilayah Boyolali sejak Selasa (31/3) lalu,” ujar Agus Robani kepada para wartawan di kantornya, Senin (6/4).

Pada Sabtu malam itu, tim Kejaksaan Boyolali sudah mengintai terpidana di sekitar rumahnya Dukuh Peni, Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono.

“Menjelang malam yang bersangkutan pergi ke Pengging naik motor, langsung kami ikuti dan kami tangkap,” katanya.

Menurut dia, tidak ada perlawanan dari Abdul Rochim saat ditangkap. Tim dari kejaksaan yang berjumlah 10 orang itu langsung membawa terpidana ke Rutan Boyolali. “Pada Minggu (5/4) kemarin, langsung kami eksekusi ke LP Kedungpane Semarang,” ujarnya.

Dijelaskan, kasus penggelapan dana simpan pinjam PNPM yang dilakukan Abdul Rochim terjadi pada tahun 2010. Pada bulan Agustus 2010, Abdul Rochim yang saat itu menjabat ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Banyduono, menerima titipan uang angsuran pinjaman PNPM dari Tim Pelaksana Kegiatan Tingkat Desa Tanjungsari dan Desa Jembungan. Namun, uang angsuran senilai Rp 124 juta itu tidak diserahkan kepada Bendahara UPK. Tetapi dipakai untuk kepentingan pribadi.

Kejaksaan Negeri Boyolali melakukan penyidikan penyelewengan dana itu tahun 2012. “Tetapi Abdul Rochim yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, melarikan diri. Namun demikian kasus tetap dinaikkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” kata Agus.

Abdul Rochim disidang in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa. Oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Abdul Rochim divonis dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan, melalui Putusan Pengadilan Tipikor Semarang No.69/Pid.Sus/2014/PN.Tipikor.Smg tanggal 25 Agustus 2014. Abdul Rochim kehilangan hak-haknya untuk melakukan banding atas putusan tersebut karena sempat menjadi DPO.

Sementara itu Kasi Intel, Faetony Yossy Abdullah menambahkan, saat ini Kejari Boyolali masih mengejar satu DPO, yaitu Maryoto yang terlibat tindak pidana korupsi pengelolaan tanah kas desa di Desa Teras, Kecamatan Teras tahun 2004. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar