Home > JATENG RAYA > Bupati Salim Disebut Terlibat Kasus Dugaan Korupsi PPID

Bupati Salim Disebut Terlibat Kasus Dugaan Korupsi PPID

Bupati Rembang non aktif Moh Salim. Foto Metro
Bupati Rembang non aktif Moh Salim. Foto Metro

SEMARANG — Bupati Rembang nonaktif, Moh Salim, dikatakan terlibat dalam proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 2011 senilai Rp 1,52 miliar. Hal itu diungkapan oleh Mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Supriyanto, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek tersebut.

Diketahui proyek yang kerjakan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang tumpang tindih. Yakni bersamaan dengan proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang senilai Rp 4,5 miliar yang dibiayai DPU Provinsi Jateng.

Lokasi dua proyek tersebut berada di daerah yang sama. Di jalan antara Desa Wonokerto Kecamatan Sale sampai dengan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang sepanjang sekitar 6,9 kilometer. Tidak hanya itu, waktu pengerjaan proyek pun juga bersamaan.

“Penentuan lokasi dan perencanaan proyek diinisiatori bupati (Moch Salim, red), kata Agus di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (12/8/2014).

Menurutnya, Salim adalah inisiator proyek itu. Bupati Moh Salim sendiri yang memerintah dirinya untuk membantu proyek PPID. Untuk penggarapan dilakukan oleh Budi Harsono, konsultan perencanaan. “Saya dipanggil dan diperintah untuk membantu dalam proyek,” paparnya.

Agus juga memaparkan bahwa Proyek pembuatan jalan tersebut sebagai jalan menuju pertambangan CV Amir Hajar Kilsi, milik Moh Salim. “Keterlibatannya (Bupati) sangat besar. Proyek PPID dikerjakan pada Oktober sampai Desember. Di bulan Desember, Dinas PU juga mengerjakan,” tuturnya.

Saksi ahli Kotot Utomo, auditor dari BPKP Jateng menyatakan terjadi kerugian negara Rp 1,5 miliar atas proyek tersebut. Dijelaskannya, tumpang tindih proyek dan penentuan lokasi di jalan khusus tidaklah wajar. “Untuk keterlibatan Bupati adalah soal kewenangan. PPID masuk ke APBD, baru dialokasikan. Ini kewenangan Bupati,” tutur Kotot saat menjadi saksi.

Sidang ditunda Selasa (19/8/2014) pekan depan. Agendanya adalah menghadirkan saksi A De Charge atau meringankan terdakwa. (MJ-09)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar