Home > JATENG RAYA > Bupati Mirna Minta Budaya Pungli di Instansi Pemerintah Dihilangkan

Bupati Mirna Minta Budaya Pungli di Instansi Pemerintah Dihilangkan

Bupati Kendal Mirna Annisa saat mengukuhkan Unit Pemberantasan Pungutan Liar Kabupaten Kendal di Pendopo, Rabu (18/01) sore.

KENDAL – Praktek Pungutan Liar (Pungli) seakan sudah mengakar dan menjadi budaya bagi warga Indonesia. Namun budaya Pungli bisa dihilangkan dengan komitmen bersama memeranginya. “Tidak hanya urusan KTP, sertifikat, pelabuhan, kantor, bahkan di rumah sakit dan di tempat lainnya. Hal apa pun yang berkaitan dengan pungutan yang tidak resmi harus dihilangkan,” tegas Bupati Kendal Mirna Annisa saat mengukuhkan Unit Pemberantasan Pungutan Liar Kabupaten Kendal di Pendopo, Rabu (18/01) sore.

Unit Pemberantasan Pungutan Liar Kabupaten Kendal ini akan bertindak tegas dalam memberantas segala bentuk pungutan liar di semua instansi pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Pungutan liar sudah terlalu lama dibiarkan dan menjadi budaya tersendiri dalam pelayanan masyarakat di Indonesia.

”Seluruh jajaran di Kabupaten Kendal agar menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat dalam upaya pemberantasan pungli di Indonesia,” imbuhnya.
Dengan keterpaduan antar institusi diharapkan operasi pemberantasan pungli ini akan efektif. Semangat pemberantasan pungli bukanlah terletak pada jumlah kerugian yang ditimbulkannya, tetapi pada akar budaya yang hendak dihilangkan. 

”Pungutan liar bukan hanya soal besar-kecilnya, tetapi keluhan yang sampai ke saya. Ini persoalan yang harus diselesaikan bersama. Bukan masalah urusan sepuluh ribu, tetapi pungli telah membuat masyarakat sulit untuk mengurus sesuatu. Pungli tidak hanya berakibat pada buruknya kualitas pelayanan masyarakat. Bila hal tersebut dibiarkan begitu saja, pada akhirnya juga menjalar ke hal-hal yang lebih luas lagi,”tambahnya. 

Dia mengapresiasi kesediaan semua anggota tim saber pungli yang terdiri atas polisi, kejaksaan, pengadilan, inspektorat dan lainnya bersedia menerima tugas sebagai Unit Pemberantasan Pungutan Liar. Mirna percaya mereka mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan dalam rangka mewujudkan kehidupan sebagai bangsa yang bebas dari pungutan liar. ”Saya berharap terbentunya Unit Pemberantasan Pungutan Liar, persoalan pungli di Kabupaten Kendal bisa diatasi dengan cepat dan ditindak tegas,” tutur dia.

Sementara itu Ketua Unit Pemberantasan Pungli, Kompol Dili Yanto akan berkordinasi dan menunggu standar operasional dari Tim Saber baik yang ada di propinsi maupun di pusat. “Yang jelas program kerja tahun 2017 akan sesegera mungkin beraksi,” katanya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan …

Silakan Berkomentar