Home > JATENG RAYA > Bukannya Sekolah Malah Main Remi, 14 Pelajar Dihukum Push Up

Bukannya Sekolah Malah Main Remi, 14 Pelajar Dihukum Push Up

Pelajar terjaring razia dihukum push up di halaman kantor Satpol PP Jepara. FOTO: Rhobi Shani

JEPARA – Sebanyak 14 siswa sederajat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah ​Atas (SMA) terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara.Sebagian besar dari mereka terjaring saat asyik bermain kartu remi di rumah sepi di kawasan Kelurahan Panggang Kecamatan Jepara Kota.

Kasi Ketertiban Masyarakat Satpol PP Jepara Anwar Syadat menguraikan, 14 siswa yang terjaring adalah 10 siswa SMP Negeri 1 Jepara, satu siswa SMP Negeri 5 Jepara, dan tiga siswa dari SMA PGRI, SMK Negeri 1 Jepara, dan SMK Islam Jepara. Mereka terjaring di beberapa tempat berbeda.

“Mereka terjaring dari kawasan Gudang Sawo, Stadion Gelora Bumi Kartini, Pantai Telukawur, dan sebuah rumah di Kelurahan Panggang,” ujar Sadat, Senin (30/1/2017).
Lebih lanjut Sadat menyapaikan, para siswa yang terjaring razia mengaku tidak masuk sekolah lantaran terlambat. Lantaran takut diberi hukuman guru, para siswa memilih untuk tidak masuk sekolah. Ada juga yang beralasan terlambat masuk sekolah lantaran menunggu hujan reda.
“Tempat-tempat yang kami sisir memang jadi lokasi favourite untuk bolos, terutama di kawasan pantai Telukawur. Setiap kami gelar razia pasti ada pelajar kelunyuran saat jam sekolah,” kata Sadat.
Sadat melanjutkan, jajarannya terpaksa berkejar-kejaran dengan dua pelajar yang sedang nongkrong di salahsatu kafe di tepi Pantai Telukawur. Itu lantaran, siswa tersebut berusaha melarikan diri saat dirazia.
“Dari Telukawur, kami geser ke rental PS (play station). Disana tidak ada, tapi di sebuah rumah di samping rentalan PS ada segerombol pelajar SMP yang sedang bermain kartu remi,” beber Sadat.
Selanjutnya, para siswa yang terjaring razia langsung digiring ke kantor Satpol PP. Sebelum diberi pembinaan, siswa yang terjaring razia diberi hukuman push up di halaman kantor Satpol PP Jepara. Kemudian masing-masing diminta membuat surat pernyataan.

“Siswa boleh pulang kalau sudah dijemput guru atau orangtuanya,” pungkas Sadat. (oby)

Ini Menarik!

Bungalow atau Kamar Saja, Semua Ada di Karimunjawa Inn

Share this on WhatsApp     BERWISATA ke Karimunjawa, tak mungkin cukup sehari saja. Dikarenakan …

Silakan Berkomentar