Buka TMMD di Magelang, Ganjar Ingatkan Pentingnya Semangat Gotong Royong

MAGELANG – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) dinilai sangat positif untuk mengingatkan pentingnya semangat gotong royong. Karenanya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap agar pemda selalu mendukung kegiatan tersebut.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara simbolis menyerahkan alat kerja kepada warga dalam pembukaan TMMD Reguler 102 tahun 2018 di Lapangan Bandongan Kabupaten Magelang, Selasa, (10/7). Foto: ch kurniawati

Ganjar Pranowo mengatakan, program TMMD merupakan bagian dari pekerjaan konkrit yang dikontribusikan oleh TNI bersinergi dengan Polri dan juga Pemda.

“Selama ini target dari TMMD selalu lebih. Rencana membuat jalan 1 km jadinya 1,2 km, dan seterusnya. Makanya Pemda terus menganggarkan dan nantinya akan libatkan BUMD juga,” kata Ganjar di sela-sela pembukaan TMMD Tahap II (Reguler 102 dan Sengkuyung II) Propinsi Jateng, di lapangan Bandongan Kabupaten Magelang, Selasa (10/7).

Ia menyebut TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. “Semua bahu membahu, memberikan sumbangan, pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, materi kebendaan dan lain-lain,” imbuhnya.

Ganjar juga mengaku selalu merasa senang atas kegiatan-kegiatan yang berbasis kegotong royongan untik kemaslahatan, sebagaimana TMMD. “Membangun jalan dan jembatan bebarengan, sudah banyak yang temoto dan sangat membantu aksebilitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja, sekolah beribadah, kegiatan sosial dan aktivitas lainnya,” ujarnya.

Kemudian juga memugar Rumah tidak layak huni, membangun jamban atau sanitasi. “Ini sangat baik untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sehat,” katanya.

Belum lagi upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. “Ini luar biasa di tengah upaya kita mengtasi persoalan kemiskinan di jateng yang angkanya masih cukup tinggi yaitu 12,23 persen pada 2017,” ungkapnya.

Juga upaya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang nasionalisme, ancaman terorisme dan radikalisme serta bahaya narkoba khususnya generasi muda penerus bangsa.

“Kita ingin rakyat makin sejahtera dan mandiri. Juga punya daya tangkal dan cegah terhadap berbagaia hal yang menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa,” harapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0705 Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono menyebutkan, TMMD Reguler ke 102 dan TMMD Sengkuyung 2018 ini berlangsung sejak 10 Juli hingga 8 Agustus, di Desa Gandusari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.

Adapun sasaran fisik antara lain rabat beton sepanjang 1.366 M, talud senderan panjang 25 M, drainase panjang 25 M, jambanisasi 16 unit dan rehab RTLH 4 unit.

Untuk kegiatan non fisik beberapa diantaranya penyuluhan bela negara, kamtibmas dan narkoba, wawasan kebangsaan, teknologi tepat guna, KDRT, pembinaan usaha kecil dan menengah dan lain sebagainya.

Kukuh menyebutkan, dana untuk kegiatan ini sebesar Rp 1.175.363.500 berasal dari APBD Kabupaten Magelang, Dipa Daerah, anggaran desa, pendampingan dan swadaya masyarakat.

Turut hadir dalam pembukaan TMMD, Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Dharmawan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

12 − = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.