Beranda JATENG RAYA EKONOMI BISNIS BSN Terus Perbarui Lembaga Penilaian Kesesuaian

BSN Terus Perbarui Lembaga Penilaian Kesesuaian

14
0

SEMARANG – Pentingnya akreditasi produk pada zaman sekarang mendorong Badan Sertifikasi Nasional (BSN) untuk memperbaharui lembaga penilaian kesesuaian (LPK). Adapun, LPK meliputi lembaga sertifikasi, laboratorium, serta lembaga inspeksi kompeten.

Asisten Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi menyerahkan sertifikat SNI kepada pelaku UMKM di acara peringatan Hari Akreditasi Dunia 2018 di Hotel Aston Semarang, Selasa (10/7). Foto: anggun puspita

Kepala BSN, Bambang Prasetya mengatakan, pembaharuan LPK ini dilakukan agar mengikuti perkembangan yang ada. ‘’Seperti halnya cara akreditasi yang hampir 13 tahun baru direvisi dan mereka harus tahu agar mendapatkan pengakuan secara global,’’ katanya pada acara peringatan Hari Akreditasi Dunia 2018 di Hotel Aston Semarang, Selasa (10/7).

Dengan mengikuti perkembangan akreditasi tersebut menjadikan lembaga penilaian kesesuaian seperti lembaga sertifikasi produk, laboratorium, serta lembaga inspeksi kompeten dalam melakukan kegiatan penilaian kesesuaian setara dengan di negara luar, sehingga memudahkan dalam hal ekspor.

Bambang menjelaskan, LPK melakukan kegiatan sertifikasi atau pengujian atas produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau organisasi.

“Produk atau jasa yang lolos uji dan meraih sertifikasi, berarti telah memenuhi standar tertentu dan dijamin aman. Sertifikasi ini untuk memberikan perlindungan rasa aman kepada para konsumen serta untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan,” katanya yang juga Ketua Komite Akreditasi Nasional.

Diketahui, setiap tahun lebih dari 500 sertifikat SNI dikeluarkan dan saat ini ada 9.700 lebih produk dengan SNI dari 600 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun, produk yang tengah tren mendapatkan sertifikasi yakni mainan anak karena sesuai regulasi wajib berSNI baik itu yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

“Kami terus mendorong sertifikasi untuk produk wajib ataupun sukarela. Tujuannya, agar barang yang beredar di masyarakat aman sekaligus dapat meningkatkan daya saing,” kata Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN, Kukuh S Achmad.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Nurjanah menambahkan, beragam produk IKM dan UMK di Kota Semarang yang telah mendapatkan sertifikat SNI baik itu berupa olahan makanan seperti bandeng, garmen, pakaian bayi, dan mainan anak-anak.

“Hari ini, ada empat IKM yang mendapatkan fasilitasi sertifikat SNI dan kami tengah mengusulkan 14 produk lainnya untuk mendapatkan sertifikat SNI,” katanya. (ang)