Home > JATENG RAYA > BPBD Jepara Minta Warga Waspadai Pohon Tumbang Saat Musim Hujan

BPBD Jepara Minta Warga Waspadai Pohon Tumbang Saat Musim Hujan

Hujan disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di Desa Batealit, Jepara, menimpa rumah warga. Foto: Rhobi Shani

JEPARA – Hujan deras disertai angin kencang kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Pohon randu berdiameter 80 centimeter tumbang menimpa rumah Sholikul Afif, warga RT4 RW8 Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Meski tidak ada korban jiwa, atap rumah Sholikul rusak parah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Lulus Suprayitno menyampaikan, sejak sepekan terakhir cuaca ektrim melanda wilayah Jepara. Hujan disertai angin kencang kerap melanda. Kondisi seperti ini diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

“Kondisi tanah di Jepara mengandung pasir, sehingga kontur tanah tidak keras. Itu sebabnya pohon mudah tumbang kalau ada angin kencang,” ujar Lulus, Senin (30/1/2017).

Guna mengantisipasi peristiwa serupa, Lulus melanjutkan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas berkait untuk melakukan pemangkasan pohon-pohon besar. Terutama pohon di tepi jalan yang berdekatan dengan pemukiman. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk mewaspadai pohon-pohon besar yang berdekatan dengan rumah.

“Kalau saat perjalanan kemudian turun hujan lebat disertai angin angin, alangkah baiknya menghentikan perjalanan dulu,” kata Lulus.

Pantauan MetroJateng.com,  kemarin, Minggu 29 Januari 2017, tiga pohon di Jalan Raya Bugel-Pecangaan, Desa Dongos, Kedung tumbang akibat angin puting beliung. Satu pohon berdiameter 80 roboh ke jalan. Akibatnya, akses jalan terputus sekitar enam jam. Di luar itu, belasan pohon juga tumbang dan sebagian menimpa rumah warga. Sementara di Kecamatan Pecangaan, pohon tumbang menutup akses jalan Desa. Sedikitnya 21 rumah rusak berat dan rusak ringan.
Sebelumnya, Kamis 26 Januari 2017, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Batealit mengakibatkan tujuh rumah rusak. Satu warga terpaksa dirawat di Puskesmas setempat lantaran tertimpa reruntuhan atap rumah.

Data dari Pusat Pengedalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Jepara, selain angin kencang, hujan lebat di wilayah lereng Gunung Muria juga menyebabkan tanah longsor. Meski titik longsor kecil, namun terjadi di beberapa titik di Kecamatan Bangsri dan Kecamatan Keling.

”Longsor kecil terjadi di beberapa titik jalan mulai Dukuh Kaliombo hingga Duplak. Longsoran kecil berupa material tanah dan bebatuan. Dampaknya tidak terlalu besar. Hanya sedikit mengenai bahu jalan. Tapi langsung dibersihkan,” papar staf Pudalops-PB M Arif Wahyudin. (Oby)

Ini Menarik!

Bungalow atau Kamar Saja, Semua Ada di Karimunjawa Inn

Share this on WhatsApp     BERWISATA ke Karimunjawa, tak mungkin cukup sehari saja. Dikarenakan …

Silakan Berkomentar