Home > JATENG RAYA > Boyolali Masih Steril dari ISIS

Boyolali Masih Steril dari ISIS

Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Sejumlah unsur di Boyolali, melakukan deklarasi penolakan terhadap segala bentuk kegiatan dan paham Islamic State of Irag and Syria (ISIS), Selasa (12/8). Deklarasi yang dihadiri jajaran Muspida, tokoh agama dan tokoh masyarakat itu sebagai tindakan preventif untuk menangkal ideologi dan gerakan Negara Islam di Iraq dan Suriah secara dini.

Pembacaan deklarasi yang berlangsung di Aula kantor Bappeda tersebut dipimpin ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Boyolali, KH Habib Masturi. Ada empat poin utama yang disepakati dalam deklarasi tersebut, yakni menolak segala bentuk kegiatan dan paham tentang ISIS; menolak kegiatan dan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45; mendukung NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45, serta membina kerukunan secara damai dengan pemeluk agama dan kepercayaan, tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan.

Ditemui usai penandatangani deklarasi, Kapolres AKBP Budi Sartono, menjelaskan sampai saat ini pihaknya belum menemukan indikasi adanya gerakan atau paham ISIS di Boyolali. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan. Sesuai instruksi, segala macam kegiatan atau paham yang terindikasi berafiliasi dengan ISIS akan ditindak tegas.

“Apapun bentuknya kita tolak. Ada bendera atau atribut apapun yang berkaitan dengan ISIS akan kita turunkan. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegas Budi Sartono.

Dandim 0724/Boyolali, Letkol Kav Topri Daeng Balaw, menambahkan, pihaknya bersama kepolisian akan menyosialisasikan bahaya gerakan ISIS kepada masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan bila ada indikasi gerakan dan paham ISIS di Boyolali.

Sedangkan Bupati Seno Samodro, dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat di Boyolali untuk menolak segala bentuk kegiatan maupun paham ISIS. Menurut Bupati, gerakan ISIS sudah di luar norma agama, karena telah terjadi pembunuhan sesama muslim, kepada tokoh-tokoh agama.

“Dengan adanya FKUB ini, jadi media untuk saling berkomunikasi, saling menyapa dan saling bekerja sama, sehingga tercipta tri kerukunan. Yaitu kerukuran intern umat beragama, antar umat beragama dan antara umat beragama dengan pemerintahan,” tandas Bupati. (MJ-07)

 

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar