Asyik, Boyolali Dapat Subsidi Pupuk 12.000 Ton

Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI ? Kabupaten Boyolali, mendapat tambahan kuota pupuk bersubsidi. Tambahan kuota tersebut diperoleh setelah Pemkab mengajukan tambahan ke Pemprov Jateng.

Kepala Bidang Sarana Prasara, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Boyolali, Ibnu Sutomo, mengatakan tambahan kuota pupuk bersubsidi yaitu untuk ZA sebanyak 3.500 ton. Tambahan ini melebihi dari pengajuan yakni 2.600 ton. Kemudian pupuk urea mendapat 3.500 ton dari pengajuan 5.000 ton. Sedangkan pupuk SP 36 mendapat tambahan 1.200 ton dari pengajuan sebanyak 3.500 ton.

Diperkirakan, pada 20 September 2014 mendatang, pupuk tambahan itu akan disalurkan melalui penyalur resmi di Boyolali. ?Saat ini masih dalam proses pembuatan SK Bupati tentang alokasi tambahan pupuk per kecamatan yang didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) masing ? masing Kecamatan,? kata Ibnu Sutomo, Rabu (3/9).

Lebih lanjut pihaknya mengimbau kepada para petani di Boyolali untuk dapat menggunakan pupuk bersubsidi sebaik mungkin. Artinya, dalam melakukan pemupukan tanamannya, tidak berlebihan.

Menurut dia, idealnya 1 hektar lahan tanaman padi di pupuk urea sebanyak 300 kilogram atau 3 kuintal. Namun kenyataan di lapangan petani menggunakan pupuk secara berlebihan hingga 600 kilogram per hektarnya. Hal ini yang bisa memicu terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran.

Para petani tidak puas, jika tidak memupuk urea dalam jumlah besar, karena mereka khawatir tanaman padinya tidak tumbuh subur. Namun demikian untuk mengubah budaya penggunaan pupuk urea berlebihan ini sulit sekali dan perlu waktu. Untuk itu pihaknya berharap penggunaan pupuk sesuai aturan dan berimbang serta menggunakan pupuk organik. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

68 + = 74

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.