Home > HEADLINE > Bosan Kebanjiran, Warga Desa Ini Nekat Cegat Gubernur di Jalan

Bosan Kebanjiran, Warga Desa Ini Nekat Cegat Gubernur di Jalan

Gubernur Ganjar Pranowo mendengarkan aspirasi dari warga Desa Waru Kecamatan Mranggen yang kerap terdampak banjir.

DEMAK – Bosan menjadi korban banjir tiap kali musim hujan, sejumlah warga Desa Waru Kecamatan Mranggen nekat menghentikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melintas menggunakan mobil dinas, Rabu (18/1/2017).

Para warga yang bermata pencarian sebagai petani tersebut juga membentangkan spanduk berisi keluhan terhada bencana banjir.

Murodo,64, salah seorang petani menyampaikan bahwa pemerintah daerah kurang memberikan perhatian terhadap bencana banjir di wilayahnya. Untuk itu, dia bersama warga lain nekat menyampaikan keluhan kepada gubernur secara langsung.

Banjir yang selalu menggenangi pemukiman dan lahan pertanian mereka datang setiap hujan turun. Luapan air bahkan setinggi 60 sentimeter dan meluap ke dua dusun, yakni dusun Waru Krajan dan Waru Kalimas.

“Sudah lebih dari 20 tahun air yang meluap di sungai pasti meluas ke jalan. Jadi kami para petani spontan minta bantuan pak Ganjar,” katanya.

Sementara, Ganjar kemudian langsung mengecek kondisi sungai yang ternyata mengalami penyempitana akibat sedimentasi. Selain itu, anak sungai dari aliran sungai Kalimas itu bahkan beberapa tertutup oleh bangunan. Dirinya bahkan meminta stafnya untuk menelpon langsung BBWS.

“BBWS rencananya hari ini langsung kirim alat. Tapi yang lebih penting rupanya rakyat belum tahu menyampaikan kemana. Maka saya minta mereka terlibat. Minimal masyarakat peduli dengan lingkunganya,” papar dia.(MJ-23)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar