Home > JATENG RAYA > Bosan Hidup, Bamus Akhiri Hidup di Seutas Tali

Bosan Hidup, Bamus Akhiri Hidup di Seutas Tali

ilustrasi

JEPARA – Banus nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Tak diketahui pasti motif kakek 80 tahun mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Namun, sebelum memutuskan gantung diri, warga RT2 RW9 Desa Wedelan Kecamatan Bangsri sempat mengaku bosan hidup kepada istrinya.

Kapolsek Bangsri AKP Timbul Triyono menyampaikan, korban sempat mengeluhkan usianya pada istrinya. Meski sudah berusia 80 tahun, namun tak kunjung meninggal.

“Korban gantung diri di pohon mangga di belakang rumah,” ujar Timbul.

Timbul mengatakan, korban ditemukan menggantung oleh istrinya sendiri, Parti, 67. Dari keterangan sang istri, korban korban tiduran bersama istrinya di kamar. Korban sempat mengeluh mengenai kondisinya sudah tua namun tak kunjung meninggal.

Bersamaan dengan itu, sang istri tertidur, lalu tiba-tiba terbangun. Namun, korban tak lagi di sisinya. Parti kemudian mencari suaminya.

“Korban juga sudah lama sering sakit-sakitan,” kata Timbul.

Korban gantung diri, Timbul melanjutkan, menggunakan tali sepanjang empat meter. Tinggi ranting pohon untuk mengikat tali sekitar 3,5 meter. Korban diduga naik ke pohon menggunakan tangga. 

Mendati laporan tersebut, petugas dari Polsek Bangsri bersama pihak desa dan puskesmas mendatangi lokasi. Korban langsng dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas Bangsri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban langsung dikebumikan saat itu juga oleh pihak keluarga. 

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Akhirnya kami minta untuk mengisi surat pernyataan,” pungkas Timbul. (oby)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar