Home JATENG RAYA METRO KEDU Borobudur Siapkan Wisata Malam Museum Samudera Raksa

Borobudur Siapkan Wisata Malam Museum Samudera Raksa

22
0
SHARE

MAGELANG – Wisata malam di kawasan Candi Borobudur akan segera terwujud. Dalam waktu dekat, akan dibuka Borobudur Night Spektakuler. Yang menjadi destinasi adalah museum samudra raksa yang terletak di sebelah utara Candi Borobudur.

“Museum akan kami hidupkan di malam hari dengan menggunakan teknologi LED. Dinding museum akan di rubah menjadi ombak seakan kapal berlayar. Di dalam museum, akan tampak seolah kita menginjak air, padahal tidak,” kata General Manager PT TWCB I Gusti Putu Ngurah Sedana, di Hotel Manohara, Senin (5/2).

Ia adalah general manager baru yang menerima jabatan pada Senin ini dari general manager sebelumnya, Chrisnamurti Adiningrum. Chrisnamurti selanjutnya menempati jabatan di PT TWCB, Prambanan dan Ratu Boko. Sedana sendiri sebelumnya adalah Komandan Pangkalan Sibolga.

 

Penyerahan cinderamata dalam acara serah terima jabatan GM PT TWCB dari Chrisnamurti Adinungrum kepada penggantinya I Gusti Putu Ngurah Sedana di Hotel Manohara Komplek Borobudur, Senin (5/2). (foto: metrojateng.com/Ch Kurniawati)

 

Sedana menjelaskan, wisata malam di kawasan Borobudur tidak akan mengeksplor candi, melainkan hanya di museum Samudra Raksa yang diresmikan 2005 silam. Hal itu mempertimbangkan faktor keamanan.

Dioptimalkannya Museum Kapal Samudera Raksa, menurut Sedana juga untuk menarik pengunjung. Sebab selama ini, pengunjung Borobudur hanya melihat dan menikmati candi, kemudian pulang.

“Kalau malam hari ada yang dilihat, maka akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar karena homestay akan laku. Di tempat wisata  manapun, tentu wisata malam yang ditonjolkan,” kata Sedana. Rencananya, wisata malam tersebut direalisasikan sebelum lebaran tiba. Selain Samudera Raksa, TWCB juga akan merombak Gusbi yang dinilai sudah kumuh.

Keamanan

Dengan dibukanya wisata malam di komplek Borobudur, imbuh Sedana, maka faktor keamanan akan lebih diperkuat. Pihaknya akan membatasi daerah yang akan digunakan untuk wisata malam. Ada zona yang tidak boleh dilintasi saat malam.”Kami akan batasi dengan pagar untuk zona yang dilarang. Siangnya bisa kita buka lagi untuk wisatawan. Jadi malam hari yang dilihat museum kapal Samudra raksa dan Gusbi,” tuturnya.

Sedana belum bisa menyebut nilai investasi untuk Borobudur Night Spektakuler. “Karena mahal dan berhubungan dengan IT. Zaman selfi atau swafoto sudah mulai ditinggalkan. Harus cari terobosan lain. Kami akan bawa wisatawan untuk mengingat lagi nenek moyang zaman dulu sebagai pelaut,” kata Gusti.

Komplek TWCB juga menambahkan beberepa ekor kijang. Rencananya, akan ditambah lagi dengan satwa lain, yang digambarkan dalam relief Borobudur.

Direktur Keuangan, SDM danInvestasi, PT Taman Wisata Candi, Palwoto mengatakan, penggantian general manager merupakan transformasi untuk mendukung upaya pencapaian target dua juta wisata mancanegara tahun 2019.

“Persiapan pertama adalah menyiapkan organsisasi dengan baik dan meningkatkan kualitas SDM. Selain itu menyiapkan fasilitas di Borobudur,” katanya.

Prioritas yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah meningkatkan adalah keamanan dan keselamatan pengunjung. Kemudian kenyamanan dan peningkatan kinerja. Juga akan dilakukan penambahan fasilitas. Seperti revitalisasi restoran dan pembangunan tempat ibadah khusus untuk umat Budha.

“Agar mereka dalam melakukan ibadahnya merasa lebih nyaman,” ujar  Palwoto. Penambahan fasilitas itu rencananya akan mulai digunakan apda Mei 2018 ini.  (MJ-24)