Home > KRIMINAL & HUKUM > Bobol Kotak Amal, Wong Solo Ditangkap di Boyolali

Bobol Kotak Amal, Wong Solo Ditangkap di Boyolali


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Tersangka menutupi kepalanya dengan anduk saat diinterogasi Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Budiarto. Foto: Metro Jateng/MJ-07
Tersangka menutupi kepalanya dengan anduk saat diinterogasi Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Budiarto. Foto: Metro Jateng/MJ-07

BOYOLALI – Seorang pedagang topi keliling, Suranto (42), harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, warga Kampung Mutihan, Sondakan, Laweyan, Solo itu nekat membobol kotak amal di masjid At Taqwa, Perumahan Bumi Singkil Indah, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota.

Aksinya diketahui warga setempat yang langsung menangkapnya. Tersangka pun langsung diserahkan ke polisi. Kini, dia harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Boyolali untuk menghadapi proses hukum.

Kasat Reskrim AKP Budiarto mengatakan, tersangka sudah berhasil membuka kotak amal di masjid itu dengan menggunakan obeng. “Tetapi belum sempat mengambil uangnya sudah diketahui warga,” kata Budiarto, kemarin.

Tersangka datang ke masjid At Taqwa di Perumahan Bumi Singkil Indah, RT 03/14, Desa Karanggeneng dengan berjalan kaki sekitar pukul 08.00. Lalu berpura-pura istirahat dan shalat. Saat suasana sekitar dinilai sepi, tersangka langsung menuju ke kotak amal yang berada di dalam masjid.

Menggunakan obeng, tersangka langsung merusak kunci gembok untuk membuka tutup kotak amal itu. Kotak amal pun terbuka. Namun belum berhasil mengambil uangnya, aksi tersangka sudah ketahuan warga setempat. Saksi Kusyanto (45) dan Tarnu Widodo (41), bersama sejumlah warga lainnya langsung menangkap tersangka. Selanjutnya, tersangka diserahkan ke Polres Boyolali.

Budiarto menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya menyita sejumlah barang bukti yaitu kotak amal, gembok, satu bendel anak kunci, satu obeng, tas warna hitam dan uang sejumlah Rp 98.300. Uang tersebut dari dalam kotak amal yang dibobol tersangka.

Tersangka kini masih dalam penyidikan petugas. “Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” tandas Budiarto.

Sementara, tersangka Suranto mengaku nekat mencuri kotak amal karena kepepet tak punya uang. Pasalnya, usaha dagang topi keliling yang digelutinya sedang sepi. Ia juga mengaku, obeng itu dibawanya dari rumah. “Kepepet tak punya uang. Dagang topi lagi sepi,” kata Suranto. (MJ-07)

Ini Menarik!

Kurir Sabu Ditangkap di Semarang, Dikendalikan dari Lapas Pekalongan

Share this on WhatsApp  SEMARANG – Seorang kurir sabu dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi …

Silakan Berkomentar