Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG BNN Jateng Tembak Mati Pengedar Narkoba Jaringan Lapas, Sita Sabu 3,2 Kilogram

BNN Jateng Tembak Mati Pengedar Narkoba Jaringan Lapas, Sita Sabu 3,2 Kilogram

92
0

SEMARANG – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menembak mati seorang bandar sabu-sabu dalam penyergapan di Kebumen. Selain menyita sabu 3,2 kilogram, petugas juga mengamankan tiga tersangka lainnya.

BNN Jateng gagalkan peredaran sabu jaringan lapas. Foto: efendi

Tersangka tewas atas nama Aryanto (40) beralamat di Tegalreja, Cilacap Selatan. Sedangkan tiga tersangka lainnya, yakni Nurul Imam (29), warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Tri Yuwono alias Kotil (38), warga Padureso, Kabupaten Kebumen, dan Budi Supriyanto alias Mbochi (37) warga Pekalongan Timur.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, keempat tersangka ditangkap terpisah. Pengungkapan kasus bermula dari ditangkapnya Imam di Semarang, Kamis (12/4) malam.

“Kami tangkap di Stasiun Tawang saat turun dari Kereta Argo Anggrek jurusan Surabaya-Semarang. Tersangka ini baru saja pulang dari Surabaya mengambil pesanan narkotika,” ujar Agus saat gelar perkara di kantornya, Jalan Madukara, Semarang, Selasa (17/4).

Rencananya Imam hendak pulang ke Pekalongan dan menunggu perintah selanjutnya dari orang yang mengendalikannya, yakni Budi. Semula ia akan memesan taksi online namun sesampai di Semarang justru tertangkap.

Dari tangan Imam, petugas menemukan kardus berisi 12 bungkus plastik berisi sabu seberat 1,2 kilogram. Imam terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki karena sempat berusaha kabur.

“Kemuadian waktu tersangka akan kami bawa ke mobil, ia berusaha melarikan diri dan telah kami peringatkan dengan tiga kali tembakan dan tidak digubris. Kemudian kami melakukan tindakan terukur,” ujar Tri Agus.

Dari pengakuan Imam, dia dikendalaikan oleh Budi yang merupakan penghuni Lapas Pekalongan. Imam juga mengaku sudah tiga kali mendapat order dari Budi dengan upah Rp 7 juta dalam sekali ambil.

Kemudian, pada Minggu (15/4), petugas BNNP Jateng melakukan pengembangan ke Kebumen. Hingga pada pukul 21.10 WIB, Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN berhasil menangkap Kotil di Jalan Slamet Riyadi No. 53, Prembun, Kebumen, tepatnya di depan RS Prembun.

Kotil diringkus saat turun dari bus patas jurusan Purwokerto-Yogyakarta. Kemudian saat dilakukan penggeledahan dia kedapatan membawa sabu seberat 2 kilogram yang disimpan di dalam dua kemasan plastik teh warna hijau.

Tri alias Kotil merupakan kurir yang diperintah oleh Budi berangkat dari Yogyakarta ke Palembang menggunakan pesawat untuk mengambil sabu. Selanjutnya dia kembali ke Jawa Tengah dengan berganti-ganti angkutan jalur darat.

Kotil mengaku diiming-imingi uang sebesar Rp 15 juta oleh Budi untuk melakukan tugas tersebut. Namun ia baru menerima Rp 5 juta saja.

Setelah menangkap Kotil, pengembangan berlanjut pada penyergapan Aryanto. Pria asal Cilacap itu merupakan penerima sabu yang dibawa oleh Kotil.

“Namun saat kami melakukan pengembangan, tim yang seharusnya dibawa ke tempat penyimpanan sabu, AR (Aryanto) malah melawan dan melarikan diri. Kita beri tembakan peringatan, tidak digubris ya kita lakukan tindakan tegas terukur,” imbuh Agus lagi.

Aryanto akhirnya tewas di tempat dan sudah dikembalikan ke keluarga. Adapun barang bukti yang disita oleh petugas sabu seberat 3,2 kilogram dan empat buah handphone milik para tersangka.

Keempat tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan BNNP Jateng dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati. (fen)