Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > BNN dan Polisi Masih Beda Visi Tangani Pengguna Narkoba

BNN dan Polisi Masih Beda Visi Tangani Pengguna Narkoba

Diskusi BNN Kendal dan Forum Group Disscusion (FGD) bersama Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) Rabu (26/11) di Tirto Arum Baru. Foto Metrojateng
Diskusi BNN Kendal dan Forum Group Disscusion (FGD) bersama Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) Rabu (26/11) di Tirto Arum Baru. Foto Metrojateng

KENDAL – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian masih belum bisa menyamakan visi dalam penanganan pengguna narkoba. Keinginan BNN untuk mengubah mindset agar pengguna dikenakan pasal pecandu masih sangat sulit terwujud.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Forum Group Disscusion (FGD) bersama Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) di Tirto Arum Baru, Rabu (26/11). Kasie Dayamas BNN Kabupaten Kendal M Gatot Noviartadhi mengatakan, tim dari BNN memberikan rekomendasi kepada penyidik polisi terkait proses hukum yang akan dijalani.

“Ini sebagai upaya kami untuk memberikan kesempatan kepada warga agar mau melaporkan diri jika ada keluarga atau anggota keluarganya yang menjadi pengguna dan ingin direhabilitasi,” katanya.

Menurutnya, mengubah mindset kepada penyidik polisi agar pengguna dikenakan pasal pecandu masih sangat sulit. “Tim dari BNN ingin agar penuntutan dalam proses hukum bagi pecandu hanya satu pasal yakni bisa direhabilitasi,” imbuhnya.

Rehabilitasi juga masih dikategorikan karena hanya yang menjadi pecandu yang bisa menjalani rawat inap. Sedangkan untuk pengguna yang coba pakai tidak perlu mendapatkan rawat inap termasuk kategori reaksional hanya rawat jalan saja.

Dalam FGD bersama Kawal, rekomendasi yang dibuat adalah perlu adanya jaminan bagi pengguna yang wajib lapor tidak diproses hukum. “Banyak warga yang ingin rehabilitasi dengan wajib lapor karena takut ditahan dan diproses hukum,” ujar Wikha Setiawan wartawan Koran Sindo.

Sementara, Kasi Pencegahan BNN Kabupaten Kendal, Sapto Nugroho mengatakan, sejauh ini sudah mengirimkan dua warga Kendal yang ingin mendapatkan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi BNN di Lido Jawa Barat

“Satu pasien merupakan limpahan dari RSU Soewondo Kendal dan kami antar ke Lido. Hingga kini masih ada satu orang yang masih dirawat sedangkan satu lagi sudah kembali ke rumah dan masih dalam pengawasan kami,” katanya.

Sapto menambahkan, rehabiilitasi bagi pengguna yang lapor ke BNN sepenuhnya tidak dipungut bayaran alias gratis. Namun pada tahap awal saja, sedangkan untuk kedepan ada kategori penyalahgunaan,” imbuhnya.  (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Gempa 6,9 SR Terasa Sampai Semarang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Sejumlah warga Kota Semarang berhamburan keluar rumah setelah gempa …

Silakan Berkomentar