Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Blaik! Belasan Meteran PDAM Boyolali Dibongkar Pencuri

Blaik! Belasan Meteran PDAM Boyolali Dibongkar Pencuri

Petugas PDAM mengecek sambungan meteran di salah satu rumah warga Desa Banyuanyar (foto: Metro)
Petugas PDAM mengecek sambungan meteran di salah satu rumah warga Desa Banyuanyar (foto: Metro)

 

BOYOLALI – Kasus pencurian meteran air PDAM terjadi di Boyolali. Terjadi di Dukuh Rekuning dan Grenjeng, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Selasa (2/9). Ada belasan meteran PDAM Boyolali yang hilang dibongkar maling.
Akibatnya pasokan air bersih kepada para pelanggan itu pun tak mengalir. Warga terpaksa menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Total ada 14 meteran air warga yang hilang. Sebanyak 11 unit milik warga Dukuh Rekuning dan tiga lainnya milik warga Dukuh Grenjeng.
Ngatman (48), warga Rekuning, mengatakan sekitar pukul 03.30, Selasa (2/9), dirinya bermaksud membuka kran air di kamar mandi. Namun ternyata sudah tidak mengalir. Kemudian, ia keluar untuk mengecek meteran air yang terpasang di halaman rumahnya. Ternyata meteran air sudah hilang. “Saya lihat meteran air tetangga, ternyata juga hilang,” kata Ngatman kepada wartawan.
Meteran air PDAM itu dicuri dengan cara dibongkar paksa. Kejadian itu selanjutnya dia laporkan ke ketua RT dan polisi. Petugas PDAM kemudian datang dan melakukan pendataan serta menutup sambungan meteran air agar tidak bocor.
Ketua RT 01/02 Dukuh Rekuning, Prasetyo, mengatakan pada dini hari itu tidak ada warga yang melihat aksi pencurian water meter itu. Kebetulan, saat kejadian, tak ada warga yang melakukan ronda. Namun sehari sebelumnya, warga melihat ada dua orang pria tak dikenal mondar mandir di kampung dengan mengendarai sepeda motor. “Gerak gerik kedua orang itu cukup mencurigakan,” katanya.
Petugas Distribusi Pengaliran PDAM Kecamatan Ampel, Ma’ruf, menyatakan pihaknya telah melakukan pendataan siapa saja warga yang meteran airnya hilang. Nilai kerugian akibat pencurian belasan water meter tersebut mencapai Rp 7 juta. “Ada 14 meteran air yang hilang,” jelasnya.
Namun, menurut dia, kasus serupa sebelumnya telah terjadi berulang kali di wilayah Kecamatan Ampel, antara lain di Desa Gladagsari dan Kenteng.
Kapolsek Ampel, AKP Marjoko, mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sudah datangi lokasi kejadian dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” tandas Marjoko. (MJ-07)

 

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar