BKIPM Ajak Pemudik Santap Ikan untuk Tambah Stamina

SEMARANG – Sejumlah pemudik yang melintasi Kota Semarang diajak untuk mengonsumsi ikan demi meningkatkan stamina selama perjalanan. Sebab, menurut Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Semarang, Gatot R Perdana, makanan olahan ikan mengandung banyak gizi yang mampu mengembalikan energi setelah menempuh perjalanan jauh saat mudik.

Kepala BKIPM Kota Semarang, Gatot R Perdana saat ikut mengecek daftar pemudik di tenda yang dibangun personel Pramuka di Kecamatan Tugu. Foto: fariz fardianto

“Ketika perjalanan jauh, para pemudik pasti kecapekan. Makanya, dengan mengonsumsi ikan dengan takaran gizi yang tinggi, bisa merecovery tubuh,” ungkap Gatot, tatkala membagikan makanan olahan ikan bagi pemudik yang mampir di rest area Kantor Kecamatan Tugu, Semarang, Selasa (12/6).

Ia bilang makanan olahan ikan punya nilai gizi yang lengkap. Karena ikan kaya akan protein, mineral, nabati, hingga kandungan vitamin Omega 3. Sehingga, saat mengonsumsi ikan bisa menyeimbangkan kandungan lemak tak jenuh yang ada pada tubuh.

Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan, program gemar makan ikan menjadi andalan kegiatan kantornya lantaran mampu mendukung misi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendongkrak angka konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatannya dapat bermanfaat untuk para pemudik dan minat makan ikan bisa meningkat.

Sementara itu, Muhammad Nur Said, Anggota Saka Bakti Husada, Pramuka Kwartir Cabang Kota Semarang mengatakan, rest area di Tugu dibuka selama tujuh hari ke depan.

Tim Pramuka Kwartir Kota Semarang mengerahkan 350 personelnya untuk berjaga dalam tiga sift. Tiap sift dijaga 50 personel.

Dalam sehari, pihaknya mampu memberikan layanan kesehatan bagi 60 lebih pemudik.

Pemudik yang mampir berasal dari arah Surabaya untuk tujuan Jawa Tengah maupun Jawa Barat, maupun arah sebaliknya. Sebagian besar pemudik mengeluhkan kelelahan usai menempuh perjalanan sangat jauh.

“Pemudik yang jauh jaraknya banyak yang kelelahan. Mereka pasti istirahat dua sampai lima jam di sini. Kemudian saya cek tensi darahnya dan mayoritas tekanan darahnya terlalu tinggi,” ujar Said. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

71 + = 78

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.