Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > BI Prediksi Inflasi Jateng Bulan Juni Capai 0,69%

BI Prediksi Inflasi Jateng Bulan Juni Capai 0,69%

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi
SEMARANG – Kenaikan harga pada bulan Ramadan akan memicu inflasi pada bulan Juni. Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah memprediksi inflasi akan mencapai 0,65%-0,69%.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan, harga komoditas yang naik pada bulan Ramadan ini didominasi pada kelompok bahan pangan atau volatile food. 
”Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar, yakni bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras dan bawang putih,” ungkapnya, Senin (22/6).
Kenaikan harga komoditas tersebut, lanjut dia, disebabkan oleh permintaan dari masyarakat yang meningkat. 
Untuk menjaga inflasi dalam kisaran yang diperkirakan, BI akan melakukan pemantauan dan koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah. Apalagi inflasi di Jateng terus mengalami kecenderungan meningkat.
“Pada bulan April 2015 inflasi sebesar 0,17% dan Mei inflasi meningkat menjadi sebesar 0,51%,” tuturnya.
Untuk memantau harga komoditi di Jateng, TPID memiliki protokol manajemen lonjakan harga yang bisa dipantau melalui ponsel pintar berbasis android. Sistem tersebut akan memberikan peringatan kepada pejabat terkait seperti Gubernur, jika terjadi lonjakan harga diatas 10% selama tiga hari berturut I turut.
“Jika terjadi kenaikan harga luar biasa, maka dapat segera diketahui sehingga pengambil kebijakan bisa mengambil langkah-langkah, seperti operasi pasar atau menambah pasokan,” kata Iskandar.
Sementara itu, BI juga memprediksi pada triwulan II tahun 2015, perekonomian Jateng akan tumbuh pada kisaran 5,5%-5,9%. Peningkatan bersumber dari konsumsi, baik swasta, pemerintah, dan investor. Ramadan dan Lebaran juga menjadi faktor peningkatan pertumbuhan tersebut. Sebab, masyarakat tingkat konsumsi pada sejumlah komoditas akan naik.
”Sedangkan dari sisi investasi, diperkirakan meningkat didorong oleh realisasi proyek pemerintah yang meningkat di triwulan II. Berdasarkan lapangan usaha, ekonomi tumbuh seiring dengan kinerja tiga sektor utama yang diperkirakan tumbuh membaik,” tandasnya. (MS-16)

Ini Menarik!

BRI Lirik Perkembangan Coworking Space di Indonesia

Share this on WhatsApp SEMARANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung tumbuhnya coworking space yang …

Silakan Berkomentar