Home > JATENG RAYA > Is: Bertahan Itu Harga Mati

Is: Bertahan Itu Harga Mati

Mohammad Istiqamah Djamad. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

 

VOKALIS Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad yang tenar dengan sapaan Is berbagi rahasia agar sebuah grup musik tetap bisa bertahan. Salah satunya adalah harus terus berkarya.

Survive itu harga mati. Ketika memutuskan untuk bermain musik, pada akhirnya yang akan membuat survive itu adalah karya kita,” ujarnya akan naik panggung UrbanGiGs x Unrelease Project yang digelar di Grand Citra, Semarang, Sabtu (11/11).

Is mengaku, mempertahankan eksistensi sebuah grup musik bukanlah perkara mudah. Mereka harus menjaga konsistensi dalam bermusik juga dengan terus menciptakan karya-karya yang baru.

“Banyak kok band-band gede yang akhirnya hilang karena nggak berkarya. Maka kalau nggak berkarya jangan harap punya umur panjang gitu aja sih,” pungkasnya.

Di panggung UrbanGiGs, Payung Teduh berkolaborasi dengan Mocca. Gagasan kolaborasi oleh UrbanGiGs itu dinilai Is sebagai pembuka ruang untuk bertukar informasi sesama grup musik.

“Ini bagus. Jadi nggak menutup kemungkinan kedepan akan tercipta kolaborasi-kolaborasi lain antar band. Bukan hanya band, namun bagi personel-personelnya juga. Sehingga mewujudkan sesuatu yang baru,” bebernya.

Payung Teduh dan Mocca berkolaborasi dan melahirkan satu buah lagu berjudul ‘Menunggu Untuk Bertemu’ yang menjadi salah satu dari 11 playlist pada kompilasi UrbanGiGs x Unrelease Project Volume 1. Lagu tersebut merupakan gabungan dari dua buah lagu berjudul ‘Menunggu’ karya Mocca dan ‘Bertemu’ karya Payung Teduh. (Efendi)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar