Beromzet Ratusan Juta, Gudang Kosmetik Ilegal di Pedurungan Digerebek Polda Jateng

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng membongkar praktik perdagangan obat kosmetik ilegal di Pedurungan, Semarang. Mereka menjual berbagai macam produk obat kecantikan dengan memasarkannya melalui media sosial.

Barang bukti kosmetik Ilegal yang disita Ditreskrimsus Polda Jateng. Foto: efendi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono mengatakan, obat-obatan yang dijual tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Setelah kami lacak oleh Subdit Indaksi Ditreskrimsus, kemudian kita beli dan memang benar barang ini hampir 70 persen tidak memenuhi undang undang baik perlindungan konsumen maupun perdagangan,” ujar Hendra, Selasa (10/7).

Hendra juga mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat adanya penjualan obat kosmetik ilegal. Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan hingga pengungkapan pada Selasa (3/7).

Awalnya petugas mengetahui toko penjualan obat tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, akhirnya gudang penyimpanannya juga ditemukan di salah satu perumahan di Pedurungan.

Hendra menambahkan, obat-obatan tersebut tak hanya dijual ke perorangan. Melainkan obat tersebut diduga juga dijual ke beberapa klinik di sejumlah daerah di Indonesia.

“Masalah ini jadi atensi kita, kami mengambil inisiatif pasti ada yang lain, karena sampai didrop ke salon, perorangan, ke bidan, ini sedang kita selidiki semua,” imbuh Hendra.

Sementara Kasubdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, Egy Adrien Suez mengatakan dugaan adanya penjualan ke sejumlah klinik diperkuat dengan temuan obat berbentuk serum lengkap dengan suntikan. Ia menyebutkan bahwa penggunaan keduanya hanya bisa dilakukan oleh klinik atau dokter, bukan perorangan.

“Dugaan klinik ini apakah klinik resmi berizin atau tidak masih kami lakukan pengembangan. Yang jelas jika memang ada klinik yang bertransaksi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” kata Egy.

Egy juga mengatakan, dari keterangan saksi praktik penjualan obat kosmetik ilegal ini sudah dilakukan selama satu tahun. Meski begitu, Egy mengaku kurang mempercayainya. Pasalnya, menurut Egy jumlahnya terlalu besar untuk usaha yang baru dirintis setahun.

“Ini masih kami kembangkan, karena omzetnya juga dari pengakuan tersangka dalam sebulan sekitar Rp 200-300 juta. Barang bukti yang kami amankan juga ada sekitar 158 item termasuk yang berbentuk serum tadi. Untuk tersangka melanggar UU Kesehatan, jeratan hukumnya 15 tahun penjara,” tukas Egy. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.