Home > JATENG RAYA > Berlatih Kepemimpinan, 77 Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang Digembleng di Akmil

Berlatih Kepemimpinan, 77 Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang Digembleng di Akmil

Para mahasiswa Politeknik Negeri Semarang sedang mengikuti pelatihan kepemimpinan di Akmil Magelang, Senin (11/8/2014). Foto Metro/dok
Para mahasiswa Politeknik Negeri Semarang sedang mengikuti pelatihan kepemimpinan di Akmil Magelang, Senin (11/8/2014). Foto Metro/dok

MAGELANG – Sebanyak 77 orang mahasiswa dari Politeknik Negeri Semarang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang selama tiga hari mulai tanggal 10 sampai 12 Agustus 2014. Program pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan dan kedisiplinan kepada generasi muda penerus estafet bangsa Indonesia.

Diharapkan para peserta akan menjadi generasi muda Indonesia yang bermartabat, berkualitas, dan berkarakter serta berwawasan kebangsaan. Selain sebagai generasi yang jauh dari narkoba, perkelahian, sex bebas, dan tindakan kekerasan lainnya yang melawan hukum dan menjalankan. Serta mampu memimpin organisasi-organisasi yang terdapat di Perguruan Tinggi maupun di masyarakat nantinya.

Selama tiga hari para mahasiswa ini akan diberikan berbagai macam materi teori maupun praktik. Antara lain Dasar-dasar Kepemimpinan, Wawasan Kebangsaan, PBB (Peraturan Baris-Berbaris), PPM (Peraturan Penghormatan Militer), serta outbond.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi melalui perwakilannya Direktur Pembinaan Lembaga Kolonel Czi Mochamad Effendi SE, Senin (11/8/2014) menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan suatu seni yang dimiliki oleh seseorang agar mampu menggerakan orang lain, secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi. Sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi.

Kepemimpinan, lanjutnya, juga meliputi berbagai dimensi dan berfungsi sebagai salah satu piranti penggerak, motor atau motivator sumber daya yang ada dalam organisasi. ‘’Sehingga peran kepemimpinan diharapkan mampu mendinamisasikan organisasi dalam mencapai tujuan,’’ katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kecakapan seorang dalam memimpin suatu organisasi tidak dapat muncul begitu saja, karena memerlukan bakat, latihan maupun pengalaman yang telah dimiliki. (MJ-08)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar