Berburu Kuliner Jawa Zaman Now di Pullen’ Cafe & Resto

Pengunjung sedang mencicipi kuliner tradisional Jawa di Pullen’s Cafe & Resto yang memiliki konsep kekinian di Jalan Singosari 79 A Semarang, Kamis (28/12). (foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)  

KEKINIAN kini menjadi pasar baru bagi pelaku usaha di berbagai sektor. Tak ketinggalan bagi para pelaku usaha kuliner yang muncul di zaman milenial seperti sekarang.

Salah satunya Pullen’s Cafe & Resto di Jalan Singosari 79A Semarang. Tempat nongkrong dan makan ini menawarkan konsep yang unik baik dari nama makanannya hingga desain interior yang instagramable kepada para konsumen.

Jangan kaget jika memesan makanan disana akan bertemu menu-menu dengan nama nyleneh seperti Ayam Janda Pedas, Sop Buntut Macan atau Bebek Goreng Lambe Turah. Apalagi, bagi yang belum move on dari hubungan asmara dipastikan baper dengan menu Gule Kenangan Mantan. Menu-menu yang disajikan tersebut adalah masakan tradisional Jawa yang sudah akrab dengan lidah masyarakat.

Pemilik Pullen’s Cafe, Andreas Yunis mengatakan, strategi pemasaran yang dilakukan pihaknya tak lepas dari dampak perkembangan sosial media yang cukup masif.

“Kami desain cafe dan resto ini benar-benar kekinian dan sesuai dengan selera masyarakat zaman sekarang. Sebab, tren yang berkembang saat ini, orang tak hanya datang untuk menikmati sajian, namun juga mengabadikan momen dan mengunggah ke sosial media, baik sajian maupun suasana kafe atau resto sebagai lokasi untuk selfi maupun wefie,” jelasnya

Untuk desain interior Pullen’s Cafe & Resto bergaya industrial. Mulai dari dinding dengan beberapa sisi yang dibiarkan unfinished hanya berlapiskan semen dan potongan-potongan kayu, begitu juga dengan langit-langit tanpa gypsum atau eternit yang memperlihatkan pipa-pipa dan balok-balok kayu. Sesuai dengan tagline-nya, eat-shot-share, dengan konsep cafe yang cukup instagramable ini, Andreas berharap pengunjung yang datang tak hanya merasa nyaman dalam menikmati sajian tapi juga leluasa dalam mengabadikannya dalam jepretan kamera untuk kemudian membagikan dengan mengunggah dalam sosial media.

Sementara, Murtiningsih Mulia istri Andreas yang bertanggung jawab di dapur menuturkan, pihaknya tempat makan yang membidik kalangan keluarga muda dan profesional ini menyediakan lebih dari 20 menu rumahan tradisional Jawa.

“Semua menggunakan bahan lokal dan disajikan secara fresh. Harganya pun masih terjangkau, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribuan,” katanya. (Anggun Puspita)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

48 − 38 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.