Home > JATENG RAYA > Berburu Durian Lokal Kendal? Ya di Kertosari Tempatnya

Berburu Durian Lokal Kendal? Ya di Kertosari Tempatnya

 KENDAL – Musim durian di Kabupaten Kendal  mulai tiba, meski dibanjiri durian dari luar kota namun durian lokal masih menjadi favorit warga. Mereka rela berburu durian lokal Kendal hingga ke pengepul yang tempatnya jauh. Durian lokal seperti Kumbokarno dan Bagong yang mempunyai rasa manis dan buahnya tebal ini selalu diincar warga, meski ditawarkan dengan harga mahal.

Di rumah Ahmad Iksan di Desa Kertosari Kecamatan Singorojo Kendal  inilah, puluhan hingga ratusan durian lokal dari Kendal menumpuk siap diserbu penikmat durian. Warga dari sejumlah daerah ini rela datang ke rumah Ahmad Iksan hanya untuk menikmati durian lokal Kendal.

Tidak ada durian montong atau durian dari daerah lain, seluruh durian yang dijual berasal dari petani durian di sekitar Kertosari dan Boja Kabupaten Kendal. Durian lokal dari Kertosari dan Boja, memang terkenal kelezatannya. Jika dibandingan durian lain, durian lokal dari Kertosari mempunyai warna buah kuning dan tebal.

Warga memilih membeli durian di rumah Ahmad Iksan ini karena tidak perlu memilih dan dijamin lezat. Penjual durian akan memilihkan durian untuk pelanggannya dan hanya memilih durian yang benar-benar matang dan lezat.

Selain bisa menikmati durian lokal di tempat, banyak juga yang membawa pulang untuk dimakan dirumah. Bahkan tidak jarang, warga memesan terlebih dahulu dan meminta dicarikan durian istimewa dengan ukuran buah yang besar.

Sobirin ini misalnya, rela datang jauh-jauh dari Semarang untuk bisa menikmati durian lokal Kendal. Durian kumbokarno atau durian bagong menjadi pilihannya. Diakui Sobirin dibandingkan pedagang durian yang ada dipinggir jalan, ia lebih suka membeli di rumah ahmad iksan karena dijamin lezat harga juga bisa lebih murah.

“Kalau disini dijamin enak apalagi duriannya lokal Kendal yang memang mempunyai rasa lebih enak,” ujar Sobirin.

Durian lokal kendal ini didapat dari petani durian yang ada di sekitar Kertosari dan Boja. Setiap musim durian,  istri Ahmad Iksan ini selalu kewalahan melayani pesanan durian ukuran besar karena jarang didapat dari petani.

“Durian disini diambil langsung dari petani durian yang ada di Kendal saja. Kebanyakan dari Kertosari dan Boja, karena durian lokal dari daerah Kertosari lebih enak dan sudah terkenal,” jelas Hj Sumarni.

Untuk harga durian lokal, Sumarni mengatakan menjualnya dengan harga mulai Rp 50 ribu  perbuah hingga yang istimewa berukuran besar hingga Rp 200 ribu. “Khusus yang ukuran besar dan istimewa memang mahal karena saya menjamin pelanggan tidak akan kecewa,” pungkasnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar