Berbahasa Jawa, Film “Yo Wis Ben” Suguhkan Komedi Universal

SEMARANG – Film layar lebar “Yo Wis Ben” karya Bayu Skak tayang di Bioskop mulai 22 Februari 2018. Walaupun film ini 80 persen berbahasa Jawa, “Yo Wis Ben” dijanjikan tetap menyuguhkan komedi yang bisa dinikmati semua daerah.

Konferensi Pers film “Yo Wis Ben” di D’Meat Steak House, Rabu (21/2). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Tokoh utama sekaligus Co-Sutradara, Bayu Skak mengatakan bahasa Jawa yang digunakan adalah bahasa yang dimengerti secara universal di Indonesia. Pemilihan diksi juga diperhatikan agar masyarakat di luar Jawa memahami konteks kalimat dan komedi yang ingin disuguhkan.

“Banyak masukan ketika menyisipkan komedi. Walaupun naskah sudah jadi, kami banyak menemukan jokes baru dalam proses reading dan syuting. Meskipun kadang dadakan, tetap kami masukan agar lebih segar,” ujarnya, Rabu (21/2).

“Yo Wis Ben” berkisah tentang anak SMA yang memiliki ibu seorang penjual Pecel. Dengan keadaan pas-pasan, Bayu tidak lantas putus asa untuk mengejar cita-citanya.

Bayu menambahkan, naskah awal digarap mulai November 2016. Dengan pertimbangan dari banyak pihak, akhirnya pada November 2017, proses syuting dilakukan dan memakan waktu selama 16 hari.

Dalam pemutaran perdananya di Surabaya dan Jakarta, Bayu menilai respons masyarakat terhadap film garapannya cukup bagus. Bayu berharap filmnya ini bisa menembus angka hingga 500.000 penonton. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 6 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.