Beranda JATENG RAYA Beras Bulog Jateng yang Diselewengkan akan Dijual Rp 8.500 di Kalimantan

Beras Bulog Jateng yang Diselewengkan akan Dijual Rp 8.500 di Kalimantan

3
0
BERBAGI
Satgas Pangan Polrestabes Semarang mengamankan beras operasi Bulog Jateng di Depo PT Meratus Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang
SEMARANG – Puluhan Ton beras operasi pasar Bulog yang diamankan oleh Satgas Pangan Polrestabes Semarang di Depo PT Meratus Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang akan dijual ke Banjarmasin, Kalimantan. Beras tersebut dijual dengan harga Rp 8.500 per kilogram.
“Beras tersebut memang pendistribusiannya melalui pihak swasta, dan seharusnya didistribusikan di wilayah Semarang, Demak, dan Pati,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (17/1).
Abi juga mengatakan, dari Perum Bulog sendiri, beras tersebut semula harganya Rp 7.100. Kemudian pihak Bulog menjual ke pihak swasta, UD DM Putra Purwodadi yang juga merupakan mitra kerja Bulog Divre Jateng seharga Rp 7.300.
Dari UD DM Putra Purwodasd kemudian dijual ke pihak lain yakni Esti Isniaty seharga Rp 8.100. Selanjutnya pihak Esty menjual neras tersebut ke Banjarmasin seharga Rp 8.500.
“Memang pihak swasta ini (UD DM Putra Purwodadi) sudah menjadi mitra kerja yang dipercaya Bulog untuk mendistribusikan beras operasi pasar ini ke wilayah Semarang, Demak, dan Pati sejak lama,” imbuh Abi.
Namun saat Satgas Pangan Polrestabes Semarang bersama Unit Reskrim Polsek KP3 Tanjung Emas melakukan pengecekan di Depo PT Meratus Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Kamis (11/1) lalu, menemukan adanya penyelewengan pendistribusian. Beras sebanyak 48 ton kedapatan hendak dikirimkan ke Banjarmasin, Kalimantan yang bukan merupakan wilayah pendistribusian seharusnya.
Bahkan sebanyak 24 ton beras juga diamankan Petugas Polres Demak setelah melakukan koordinasindari dengan petugas Polrestabes Semarang. Beras yang diamankan oleh petugaa Polsek Demak, saat itu saat hendak menujubke Pelabuhan Tanjung Emas.
“Memang saat mengetahui ada petugas yang memeriksa, sopir yang disini (Tanjung Emas) menelfon rekannya yang hendak melangsungkan perjalanan ke sini dan kemudian kembali lagi ke Demak, kami petugas kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Demak dan dilakukan penggeledahan dan memang benar petugas kemudian menyita barang bukti 24 ton beras,” imbuh Abi.
Sementara itu, dari pemeriksaan sementara Esty telah membeli beras ke H Slamet sebanyak 240 ton. Namun upaya penyelewengan pendistribusian baru dilakukan satu kali ini.
Kini pihak Polrestabes Semarang belum menetapkan tersangka dalam kasus penyelewengan diatribusi beras tersebut. Pihaknya masih memeriksa beberapa saksi termasuk pemilik UD DM Putra Purwodadi serta Esti Isniyati yang membeli beras tersebut untuk dijual Kalimantan. (fen)