Bentrok Suporter di Kendal, Kapolres: Tidak Ada Korban Meninggal

KENDAL – Korban tawuran yang terjadi antara suporter Persik Kendal dan Persis Solo, Senin (9/7) lalu berjumlah tujuh orang. Polisi memastikan tidak ada korban tewas dalam bentrokan tersebut.

Kericuhan suporter mewarnai duel Persik versus Persis di Stadion Utama Kebondalem Kendal. Foto: edi prayitno

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya mengatakan, tujuh korban tersebut empat merupakan suporter Persik dan tiga suporter Persis. “Dari hasil penyelidikan kami, ada tujuh korban luka-luka dan itu hanya luka ringan saja. Tidak benar ada korban yang sampai meninggal dunia,” kata dia, usai upacara HUT ke-72 Bhayangkara di Halaman Mapolres Kendal, Rabu (11/7).

Kapolres menambahkan, kendaraan yang dirusak hanya satu milik pendukung Persis Solo. Perusakan kendaraan milik pendukung Persis Solo ini terjadi di Kaliwungu, dan polisi belum menangkap pelaku perusakan karena dilakukan oleh massa dalam jumlah banyak.

Terkait peristiwa tawuran antar suporter ini, AKBP Adi Wijaya akan melakukan evaluasi dan rapat dengan panitia pertandingan. “Untuk pertandingan selanjutnya di Stadion Kebondalem Kendal melawan Persibat Batang masih akan dilakukan rapat. Kita ingin untuk pertandingan di Kendal, pendukung tim tamu untuk sementara tidak hadir. Begitu pula saat Persik Kendal bertandang luar, pendukung Persik Kendal tidak perlu berangkat,” katanya.

Namun demikian Kapolres Kendal masih akan berkomunikasi, jika pendukung tim lawan datang ke Kendal tidak perlu menggunakan atribut agar tidak memicu kerawanan. “Yang jelas kita akan koordinasi dengan panitia pertandingan dan jajaran sekitar untuk mengantisipasi aksi tawuran serupa,” imbuh Adi Wijaya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha mengatakan, polisi akan memeriksa satu orang yang mengunggah berita yang menghasut orang lain untuk melakukan tindakan anarkis.

“Satu orang berinisial NK memposting salah satu konten yang bernada ujaran kebencian di media sosial akan diperiksa. Yang bersangkutan akan dikenakan pasal 2 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” katanya.

Kerusuhan dan aksi tawuran terjadi saat pertandingan lanjutan Liga 2 antara Persik Kendal dan Persis Solo. Pendukung kedua kesebelasan terlibat aksi saling lempar batu di dalam stadion dan berlanjut hingga keluar stadion. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

62 − 52 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.