Belum Semua Infrastruktur Bisa Diakses Atlet Asian Para Games 2018

Tim Indonesia Asian Para Games Organizing Commitee (INAPGOC) bersama dan atlet difabel melakukan sosialisasi event Asian Para Games 2018 di Sri Ratu Semarang, Jumat (22/12). (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

SEMARANG – Indonesia 2018 Asian Para Games (APG) akan diselenggarakan di negeri ini tahun depan. Kendati demikian, infrastruktur masih menjadi tantangan bagi para atlet yang merupakan kaum difabel.

Hal itu disampaikan perwakilan Indonesia Asian Para Games Organizing Commitee (INAPGOC), Bambang Dwi Atmaja saat sosialisasi kegiatan tersebut di Sri Ratu Semarang, Jumat (22/12).

“Semangat para atlet difabel ini tidak ada perbedaan dengan atlet umumnya. Mereka pun punya peluang untuk membanggakan Indonesia,” katanya.

Menurut dia, masih banyak infrastruktur yang belum bisa diakses oleh para atlet Para Games. Padahal, jika infrastruktur itu dibangun tetap dapat digunakan oleh para atlet untuk berlatih setelah event. “Sehingga penyelenggara dan pemerintah perlu mengkaji hal itu,” tuturnya.

Sosialisasi Indonesia 2018 Asian Para Games digelar di 16 kota dengan melibatkan atlet penyandang disabilitas. Upaya tersebut untuk menambah pengetahuan masyarakat, sekaligus meningkatkan gaung APG sebagaimana Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi 3.000 atlet dan ofisial dari 43 negara.

“Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menyelenggarakan Asian Para Games. Ini adalah momen langka, sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia membuktikan diri sebagai negara di Asia yang ramah disabilitas,” katanya.

Penyebaran informasi dan aktivitas APG 2018 juga melibatkan perwakilan National Paralymic Commitee (NPC), atlet penyandang disabilitas, komunitas difabel, hobi dan pengunjung pusat perbelanjaan. Pada kegiatan sosialisasi di Semarang turut dihadirkan Doni Yulianto, peraih Emas nomor kursi roda 1.500 meter T54 putra ASEAN Para Games 2017.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi NPC (National Paralympic Committee) Jawa Tengah, Slamet Widodo mengatakan, atlet-atlet Indonesia sudah saatnya naik level di tingkat Asia. Sebelumnya Indonesia sukses menjadi juara umum pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia.

“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan tantangan kepada kami dengan target meraih posisi lima besar di APG 2018. Jika melihat hasil ASEAN Para Games kemarin, kami optimistis bisa mencapai target tersebut,” ungkapnya.

Diketahui dalam event ASEAN Para Games 2017 yang berlangsung pada 17-23 September, Indonesia meraih gelar juara umum dengan menorehkan 126 medali emas. Jawa Tengah mendominasi kontingen Merah Putih saat itu dengan mengirimkan 48 atlet dan berhasil menyumbangkan 26 medali emas.

Slamet menuturkan, untuk mencapai target pada posisi lima besar maka pada APG 2018 para atlet harus mengumpulkan 17 medali emas. “Kami harus bekerja keras khususnya pada cabang olahraga yang potensial dan bisa diandalkan di antaranya atletik, bulutangkis dan catur,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Asian Para Games 2018 akan mempertandingkan 582 nomor dari 18 cabang olahraga. Sebelumnya, pada 6-8 Desember, INAPGOC juga telah menyampaikan kemajuan persiapan APG 2018 kepada Asian Paralympic Committee di Dubai. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

33 − 25 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.