Home > JATENG RAYA > Begini Cara SMK 1 Sayung Hilangkan Budaya Konvoi Lulusan

Begini Cara SMK 1 Sayung Hilangkan Budaya Konvoi Lulusan

DEMAK – Menghapus budaya konvoi dan coret-coret saat pengumuman kelulusan bukanlah mudah. Selain sudah membudaya, jiwa muda siswa SMA sederajat cukup tinggi dalam menunjukkan eksistensinya.

Namun, yang dilakukan SMK 1 Sayung sangat unik. Yakni siswa dan guru disuguhi pementasan teater. Bahkan, bukan hanya mengantisipasi konvoi, kegiatan ini juga memberikan hal positif.

Sutradara pentas, Maryoko menjelaskan cerita tersebut mengisahkan seorang murid yang bertahan dengan segala ujian dan proses yang sangat rumit. Pengorbanan bertahan dengan kondisi tersebut dibayar dengan kelulusan yang sepadan.

“Ilang di sini berarti lulus dari SMKN 1 Sayung ini. Karena murid-murid lulus dan meninggalkan sekolah ini dan kami tentu merasa kehilangan,” tuturnya.

Pentas ini melibatkan sekitar 17 terdiri dari guru dan murid. Mereka berperan menjadi beberapa karakter diantaranta Rama, Shinta, Rahwana, Indrajid.

“Ini sudah rutin tiap tahun diselenggarakan untuk mengalihkan kegiatan siswa yang lulus daripada mereka corat-coret dan konvoi dijalan lebih baik melihat pentas wayang orang dari rekan-rekan mereka sendiri,” jelas pria yang juga anggota Ngesti Pandowo tersebut.

Kepala SMKN 1 Sayung, Sutoko, menjelaskan, sesuai instruksi dinas pendidikan bahwa tiap satuan pendidikan dihimbau untuk mencegah siswa-siswinya konvoi.

“Dengan adanya pentas ini siswa yang lulus akan fokus ke sini, sebagian main di panggung sebagian menonton dengan mengenakan batik untuk siswa dan kebaya untuk siswi, jadi saya rasa setelah ini mereka tidak akan konvoi dan corat-coret,” jelasnya.

Pengumuman kelulusan disampaikan pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan pementasan dilaksanakan kurang lebih satu setengah jam.

“Seluruh siswa kami kelas XII lulus, jumlahnya ada 136 orang terdiri dari Jurusan Teknik Sepeda Motor 37 siswa, Teknik Las 32 siswa, Jasa Boga 13 siswa, Tata Busana 18 siswa, Rekayasa Perangkat Lunak 36 siswa,” pungkas dia. (MJ-23)

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar