Begini Cara Seniman di Jepara Perangi Hoax

JEPARA – Seniman tak pernah kehabisan ide untuk terus menuangkan kegelisahan. Tentu hal itu dilakukan dengan bentuk karya seni yang dapat dinikmati semua kalangan.

Hoaxcoustic, cara seniman di Jepara menangkal hoax. Foto: metrojateng.com

Seperti, Sabtu (28/4) malam dalam gelaran bertajuk “HoaxCoustic” yang diselenggarakan Rumah Aksara Wilis Bersaudara kerja bareng Komunitas Pojok Kidul di Desa Teluk Wetan RT 15 RW 2 Kecamatan Welahan, Jepara.

Jodho Kemil, sebuah grup musik asal Magelang tampil di hadapan penonton yang hadir dari berbagai komunitas malam itu. Syair lagu yang sarat pesan dibalut aransemen musik perpaduan antara elektrik dan tradisional membuat seratusan pasang telinga dan mata beralih dari panggung.

Di tengah penampilan, penonton juga berkesempatan ngobrol bareng Kapolsek Welahan AKP Rismanto tentang bermedsos tanpa hoax. Dialog berjalan hangat dan guyub.

“Masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya untuk dapat menggunakan medsos dengan baik. Karena sudah ada hukum yang mengatur secara khusus yakni UU ITE,” ujar Kapolsek.

Ada beberapa hal yang dapat dikenakan UU ITE. Diantaranya, menyebar konten pornografi, kebencian, dan judi.

“Ancamannya maksimal 6 tahun penjara. Jadi, masyarakat harus tahu itu. Sehingga medsos itu dapat digunakan dengan baik,” paparnya.

Wikha Setiawan, penggagas Rumah Aksara Wilis Bersaudara menuturkan bahwa perlunya ruang kumpul bagi masyarakat untuk terus membaca perkembangan situasi dan kondisi.

“Masyarakat itu suka hiburan. Lalu, kami berpikir bahwa hiburan itu tidak hanya sebagai tontotan tapi juga tuntunan. Seperti gelaran kali ini, masyarakat datang dengan senang, menikmati acara dan pulang membawa pengetahuan,” tuturnya.

Menurutnya, isu yang saat ini masih hangat adalah teknologi berbasis android.

“Banyak persoalan yang bermula dari layar handphone. Berita atau kabar yang meresahkan dan bahkan merubah pola pikir masyarakat. Sehingga perlu adanya ruang untuk berbincang mengenai hal ini,” ucap dia.

Selain Jodho Kemil, malam itu juga ada penampilan musik Mokong Sosial Teater Asa dari Semarang. Di tengah acara diselingi pembacaan puisi.

“Jodho Kemil memiliki keunikan karya musik dengan syair yang memang sarat pesan. Mokong sosial pun demikian, banyak berbicara tentang kondisi sosial,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

59 + = 60

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.