Begini Aksi Munir Melawan Sabetan Clurit dengan Tangan Kosong

Foto: ilustrasi celurit
Foto: ilustrasi celurit

JEPARA – Peristiwa pembacokan berlatar belakang cemburu di Pecangaan Jepara berlangsung cukup dramatis. Seperti dituturkan korban, Miftahul Munir kepada Metrojateng.com, saat itu ia sedang menunggu waktu berbuka bersama dengan teman-temannya. Tiba-tiba pemuda warga RT 1 RW 5 Desa Pecangaan, mendapat serangan Dies Diker dengan celurit.

Merasa jiwanya terancam, Munir berusaha melindungi diri dengan tangan hampa. Akibatnya, pergelangan tangan kanan Munir dan paha kaki kanan terkena sabetan celurit.

“Saya mau digorok terus saya lindungi dengan tangan. Dia (pelaku) itu cemburu, dikira saya ada apa-apa dengan mantan kekasihnya (Maharani). Padahal kami hanya berteman,” ujar Munir di ruang Angrek kamar nomor 13 RSUD Kartini Jepara.

Beruntung saat kejadian Munir tidak sendiri. Pada Rabu (08/7) sore itu, Munir sedang asyik nongkrong bersama teman-temannya di depan SPBU Troso, Pecangaan. Mengetahui Munir terluka mengeluarkan banyak darah, teman-temannya bergegas menghubungi polisi.

“Saat kejadian teman-teman langsung lari mau cari alat-alat untuk melawan, tapi pas saat kembali dia (pelaku) sudah pergi,” ucap Munir.

Berkat keterangan para saksi, kurang dari enam jam pelaku berhasil diringkus polisi. Diker yang sebelumnya pernah kesandung kasus pelecehan seksual dan pencurian itu berhasil dicokok polisi tanpa perlawanan.

“Pelaku kami tangkap saat membeli sate bersama pacarnya,” ujar Kapolsek pecangaan AKP Supardiyono.

Saat melakukan pembacokan, pelaku tidak sendiri. Disampaikan Supardiyono, Diker dibantu kedua rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. (Oby)

dprd kota semarang
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

70 + = 72

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.