Home > JATENG RAYA > Bebaskan Indonesia dari Penyakit TB, Aisyiyah Jateng Buru Suspect TB-HIV

Bebaskan Indonesia dari Penyakit TB, Aisyiyah Jateng Buru Suspect TB-HIV

SEMARANG – Sub Recipient (SR) TB-HIV Aisyiyah Jawa Tengah mengelar diskusi bersama tim Joint External TB Monitoring Mission (JEMM) dari WHO dan Kelompok Masyarakat Peduli (KMP) TB Teratai, guna membahas masalah penyakit TB, Selasa (17/1) di Balai RW V Kelurahan Bandarharjo Semarang.

Takiyah, kepala SR TB-HIV Aisyiyah menuturkan pihaknya mendapatkan amanat untuk menggelar acara ini sekaligus menerima kunjungan dari tim JEMM. Hal ini kata dia karena pihaknya merupakan satu-satunya penerima dana dari Global Fund untuk penanganan TB selain pemerintah. Global Fund sendiri merupakan lembaga donor dunia yang berpusat di Eropa.
“Aisyiyah dipercaya penuh oleh Global Fund, juga sistem kerja kami yang baik makanya ada kunjungan ini,” bebernya.

Sejauh ini pihaknya telah menangani 26 kabupaten/kota se Jawa Tengah dengan 144 kecamatan. Hingga saat ini sudah ada 742 kader TB dan 400 tokoh yang bertugas sebagai penyuluh dan penerang TB. Ada beberapa program yang dikerjakan oleh timnya, seperti TB anak, TB Paru, TB MDT, dan saat ini meningkat me jadi TB-HIV.

“Ya saat ini memang kita juga mencari suspect yang terindikasi HIV,” imbuhnya.

Pada semester kedua mulai Juli hingga Desember 2016, telah ditemukan sebanyak 6.800 ribu suspect atau orang yang dicurigai menderita TB di Jawa Tengah. Sementara pada semester pertama didapatkan hasil sebanyak 5.995 ribu suspect. Menurutnya dari keseluruhan suspect tersebut hanya sekitar 10 persen saja yang dinyatakan positif.

“Kita target itu bisa sampai 19 ribu tapi sejauh ini baru 50 persen saja yang tercapai,” imbuhnya.

Terpisah, Kasi pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Saifuddin menyebutkan Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara tertinggi penderita TB. Peringkat Indonesia kian naik tiap tahun. 

Hal diduga lantaran masyarakat masih malu untuk berobat dan mengakui menderita TB. 

“Ini bukan peringkat yang bagus, kami targetkan sebenarnya pada tahun 2035 kita bisa bebas TB,” tegasnya. (vit)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar