Home > JATENG RAYA > Bayar Rp 30 Ribu, Siswa SD di Kendal “Wajib” ke Pantai Cahaya

Bayar Rp 30 Ribu, Siswa SD di Kendal “Wajib” ke Pantai Cahaya

Pantai Cahaya. (sumber: wisatajateng.com)

KENDAL – Dua bulan terakhir hampir seluruh siswa kelas 4 sampai 6 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Kendal berbondong-bondong mengunjungi obyek wisata Pantai Cahaya The Sea. Siswa bergiliran mengunjungi obyek wisata ini pada saat jam pelajaran. “Anak saya kelas 3 pulang lebih awal kata gurunya kelas 4 dan 5 akan wisata ke Pantai Cahaya The Sea,” ujar Edi orangtua siswa SD di Kaliwungu.

Tidak hanya siswa di Kaliwungu saja, siswa SD di kecamatan lain juga melakukan hal yang sama. Orang tua mereka mengeluh karena siswa yang ikut wisata edukasi ini dibebani tiket masuk sebesar Rp 30 ribu. “Tiket masuk belum termasuk biaya ongkos dan makan. Jadi orangtua harus mengeluarkan setidaknya uang Rp 65 ribu,” keluh Wawan, orangtua siswa SD di Brangsong.

Penjelasan yang diterima Wawan dari sekolah menyebutkan jika wisata di daerah sendiri tersebut diharapkan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Jika memang tidak diwajibkan ke Pantai Cahaya, kenapa seluruh siswa SD di Kabupaten Kendal harus ke obyek wisata yang di kelola swasta? Harusnya jika untuk menaikan PAD bisa mengunjungi obyek wisata milik Pemerintah Kabupaten Kendal,” imbuh Wawan.

Kegiatan wisata ke Pantai Cahaya yang seolah-olah diwajibkan itu menjadi sorotan banyak orang. Apalagi setelah surat edaran dari UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Patean yang berisi kewajiban mengunjungi Pantai Cahaya tersebar di media sosial.

Plt Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Patean CB Susilo membenarkan kalau pihaknya mengeluarkan surat edaran tersebut. Menurutnya, dasar di keluarnya surat edaran itu karena permintaan para kepala sekolah. ”Saat rapat berlangsung tidak semua kepala sekolah hadir. Sehingga ada usulan untuk kebersamaan dibuat surat agar diwajibkan,” ujar CB Susilo,  Senin (30/10).

Menurut CB Susilo, surat itu dibuat atas inisiatifnya sendiri tanpa perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Agus Rifai. Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan tidak mewajibkan sekolah untuk wisata pendidikan di Pantai Cahaya.

“Awalnya ada pihak Pantai Cahaya yang datang dan menawarkan wisata. Kami tidak menanyakan apakah ada perintah atau rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Saat kepala sekolah kami kumpulkan setuju dengan penawaran ini,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Agus Rifai mengatakan, pihaknya tidak mewajibkan sekolah untuk wisata ke Pantai Cahaya. Banyaknya sekolah yang berwisata ke Pantai Cahaya karena pihak marketing Pantai Cahaya rajin promosi ke sekolah-sekolah.

”Kami tidak pernah mewajibkan sekolah untuk berkunjung ke Pantai Cahaya. Kami hanya menganjurkan supaya anak-anak mengenal wisata di Kendal saja,” jelas Agus Rifai. (MJ-01)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar