Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Bawa Pacul dan Sabit, Demo Tolak Pembangunan RS Indriyati Berakhir Ricuh

Bawa Pacul dan Sabit, Demo Tolak Pembangunan RS Indriyati Berakhir Ricuh

Warga membawa spanduk dan poster dalam aksi penolakan pembangunan rumah sakit. Foto: metrojateng.com
Warga membawa spanduk dan poster dalam aksi penolakan pembangunan rumah sakit. Foto: metrojateng.com

SUKOHARJO – Kericuhan terjadi dalam aksi demo warga desa Langenharjo kecamatan Grogol menolak pembangunan Rumah Sakit Indriyati yang terjadi Selasa (16/9) pagi kemarin.

Semula aksi demo yang dikomandoi oleh Muhamad Totok Budiyanto, berlangsung aman dan tertib dibawah pengamanan Dalmas Polres Sukoharjo. Puluhan warga Langenharjo beraksi dengan membawa spanduk dan poster diantaranya bertuliskan ‘kami warga langenharjo menolak pembangunan rumah sakit indriyati dilingkungan kami’. Spanduk tersebut dipasang di bundaran patung dewa ruci yang ada di timur proyek rumah sakit.

Situasi mulai ricuh, saat datang puluhan warga lain yang mendukung pembangunan rumah sakit tersebut. Mereka langsung mencopoti spanduk yang terpasang dengan mengeluarkan kecaman.

Aksi sempat tidak terkendali saat massa tandingan demo tersebut mengejar salah satu warga Langenharjo yang mereka anggap sebagai provokator. Sempat terjadi adu mulut hingga ancang-ancang pengeroyokan, namun dengan dalmas anggota Polres Sukoharjo melerai dan mendinginkan suasana. Bahkan warga langenharjo yang akan dikeroyok tersebut terpaksa dievakuasi dengan mobil Dalmas.

Aksi massa sempat meredam, saat Budi, ketua salah satu organisasi pemuda datang dan mendinginkan suasana. Diketahui sejumlah massa yang menentang aksi demo tersebut berasal dari organisasi yang dipimpinnya tersebut.

Namun sepertinya massa tidak mudah dikendalikan, saat ada sejumlah massa yang pro pembangunan bergerak menuju salah satu rumah warga di RT 2 RW 3 desa Langenharjo yang diduga sebagai otak aksi demo tersebut.

Massa yang datang membawa sabit, pacul, balok kayu dan bilah bambu sempat membuat keributan bahkan berteriak mengancam akan membakar rumah, namun aksi tersebut juga berhasil diredam oleh aparat.

Kapolsek Grogol AKP Apin Sunu mengatakan aksi demo penolakan pembangunan rumah sakit berjalan dengan baik, meski sempat terjadi keributan kecil.

“Aksi terkondisi, memang ada sebagian kecil warga yang pro pembangunan tidak terima dan akan membuat perhitungan dengan warga yang menolak, namun semua bisa dikondisikan. Dalam waktu dekat akan ada komunikasi lanjut yang difasilitasi pihak kecamatan dan aparat. Jangan sampai masalah ini berbuntut panjang,”ungkap AKP Apin, Selasa (16/9). (MJ-12)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar